Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kemenag Sintang: Moderasi Beragama Benteng Tangkal Radikalisme dan Provokasi

Riska Nanda Kumala Sari • Rabu, 8 Juli 2026 | 09:13 WIB
SINERGITAS : Cegah provokasi di era digital melalui FGD Sinergitas Lintas Sektoral di Wilayah Kabupaten Sintang.(IST)
SINERGITAS : Cegah provokasi di era digital melalui FGD Sinergitas Lintas Sektoral di Wilayah Kabupaten Sintang.(IST)

PONTIANAK POST - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sintang, Hasib Arista, mengatakan perkembangan teknologi informasi memang membuka ruang yang luas bagi penyebaran nilai-nilai keagamaan. Namun, kemudahan tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan narasi kebencian, provokasi, hingga paham radikal.

"Moderasi beragama menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh ajaran ekstrem maupun informasi yang memecah belah. Nilai-nilai agama harus menjadi perekat kehidupan bersama, bukan sebaliknya," ujar Hasib pada saat menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) Sinergitas Lintas Sektoral dalam Rangka Menangkal Provokasi dan Merawat Harmoni di Wilayah Kabupaten Sintang, Selasa (7/7).

Baca Juga: Bupati Sintang Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Listrik Bergilir

Menurut Hasib, Kemenag mendefinisikan moderasi beragama sebagai cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang berorientasi pada perlindungan martabat manusia serta mewujudkan kemaslahatan bersama. Konsep tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang beragam, termasuk di Kabupaten Sintang yang dihuni berbagai suku, budaya, dan agama.

"Perbedaan bukan alasan untuk saling bermusuhan. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan yang mempererat persatuan apabila disikapi dengan saling menghormati," ucapnya.

Hasib juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kemampuan literasi digital di tengah semakin derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks dan provokasi. (nda)

 

Editor : Miftakhair
#radikalisme #sintang #kemenag #Moderasi Beragama #Literasi Digital