PONTIANAK POST - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK di Kalimantan Barat menjadi sorotan setelah muncul berbagai keluhan dari masyarakat terkait proses pendaftaran. Minimnya informasi yang diterima calon peserta didik dan orang tua disebut menjadi penyebab banyak siswa mengalami kesalahan saat mengikuti tahapan seleksi.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Usmandy, mengatakan dirinya menerima berbagai laporan dari masyarakat yang mengaku kesulitan memahami mekanisme SPMB. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap peluang siswa untuk diterima di sekolah tujuan.
“Masih banyak masyarakat yang tidak memperoleh penjelasan yang memadai mengenai tata cara pendaftaran. Akibatnya, orang tua maupun calon siswa kebingungan mengikuti setiap tahapan hingga akhirnya ada yang tidak lolos karena kesalahan prosedur,” ujar Usmandy di Sintang kemarin.
Baca Juga: Kasus Campak Meningkat, Dinkes Sintang Siapkan Imunisasi Ulang di Tiga Puskesmas
Legislator yang mewakili daerah pemilihan Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu itu menilai persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh sistem seleksi, melainkan juga kurang optimalnya penyampaian informasi kepada masyarakat. Menurutnya, seluruh tahapan SPMB harus dapat dipahami dengan mudah agar setiap calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi.
Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat melakukan pembenahan dalam pelayanan informasi sehingga pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun berikutnya berlangsung lebih efektif dan mudah diakses oleh masyarakat di seluruh daerah.
“Sosialisasi perlu diperluas hingga menjangkau desa-desa. Informasi yang disampaikan juga harus sederhana, jelas, dan mudah dipahami sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kebingungan saat mendaftarkan anaknya,” ujarnya.
Selain memperkuat sosialisasi, Usmandy mengusulkan agar pemerintah membentuk posko pengaduan di setiap kabupaten. Keberadaan posko tersebut diharapkan menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi sekaligus menyampaikan berbagai kendala yang muncul selama proses pendaftaran berlangsung.
Menurutnya, kesiapan panitia di setiap sekolah juga perlu mendapat perhatian. Panitia pelaksana harus memahami seluruh ketentuan SPMB sehingga mampu memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi calon peserta didik.
“Petugas di sekolah harus menguasai seluruh aturan yang berlaku sehingga dapat memberikan arahan yang tepat dan membantu masyarakat apabila muncul kendala selama proses seleksi,” tuturnya.
Ia berharap berbagai evaluasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga pelaksanaan SPMB mendatang berlangsung lebih transparan, mudah dipahami, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik di Kalbar. (nda)
Editor : Miftakhair