PONTIANAK POST - Kasus campak kembali ditemukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Puri setelah sepanjang 2025 tidak ada satu pun kasus yang terkonfirmasi. Hingga Juli 2026, sebanyak empat kasus positif telah tercatat, sehingga memicu langkah penanganan cepat melalui pelaksanaan imunisasi respons wabah atau Outbreak Response Immunization (ORI).
Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Puri, dr. Andar Jimmy Pintabar, mengatakan peningkatan kasus mulai terdeteksi sejak awal tahun ketika petugas menemukan sejumlah pasien yang diduga mengalami campak maupun rubella. Untuk memastikan diagnosis, lebih dari 10 sampel telah dikirim ke laboratorium. "Sejak awal tahun kami menangani beberapa kasus yang dicurigai sebagai campak maupun rubella. Seluruh sampel yang memenuhi kriteria langsung kami kirim untuk pemeriksaan laboratorium," ujar Jimmy, Senin (13/7). Hasil pemeriksaan menunjukkan dua kasus positif ditemukan pada April 2026.
Sementara itu, dua kasus lainnya terkonfirmasi pada Juni 2026. Menurut Andar, dua pasien yang dinyatakan positif pada Juni berasal dari satu keluarga. "Pada April terdapat dua kasus positif, kemudian pada Juni kembali ditemukan dua kasus. Kasus yang muncul pada Juni merupakan kakak beradik," ungkapnya.
Baca Juga: Kasus Campak Meningkat, Dinkes Sintang Siapkan Imunisasi Ulang di Tiga Puskesmas
Meningkatnya jumlah kasus tersebut membuat wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri, khususnya Desa Baning Kota, ditetapkan sebagai lokasi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Penetapan itu menjadi dasar pelaksanaan berbagai langkah pengendalian agar penularan tidak meluas ke masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Tanjung Puri akan melaksanakan ORI dengan menyasar bayi, balita, serta anak berusia 9 bulan hingga 16 tahun. Selain pemberian imunisasi tambahan, petugas kesehatan juga akan melakukan pendataan terhadap sasaran di sekolah maupun posyandu. "Petugas akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan sekaligus memberikan imunisasi tambahan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah Baning Kota serta di posyandu," jelas Jimmy. Ia menambahkan, hingga kini tujuh sekolah telah didata sebagai lokasi pelaksanaan imunisasi.
Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada pekan depan sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan campak. "Target kami adalah seluruh bayi, balita, dan anak usia 9 bulan sampai 16 tahun yang menjadi sasaran. Pelaksanaan imunisasi akan dimulai pada hari Selasa mendatang," tutupnya.(nda)
Editor : Hanif