PONTIANAK POST - Sebanyak 59 persen wilayah Kabupaten Sintang masih berupa kawasan yang menyimpan kekayaan sumber daya alam. Potensi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk membangun perekonomian daerah, namun membutuhkan cara baru agar dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Gagasan itu menjadi titik awal pelaksanaan Sintang Innovation Challenge 2026, ajang yang mengajak generasi muda melahirkan inovasi berbasis ekonomi hijau.
Program yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Sintang itu diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah, Bapperida Provinsi Kalimantan Barat, lembaga keuangan, mahasiswa, pelajar, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan besarnya kawasan alam yang dimiliki Kabupaten Sintang harus dipandang sebagai peluang untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bupati Sintang Alokasikan Rp1 Miliar di APBD Perubahan 2026 untuk Pengembangan TPA Nenak
"Sekitar 59 persen wilayah Sintang merupakan kekayaan alam yang harus mampu dimanfaatkan, baik sekarang maupun pada masa mendatang. Untuk mewujudkannya diperlukan inovasi agar potensi tersebut memberikan manfaat tanpa merusak lingkungan," ujar Bala, Kamis (16/7).
Menurut Bala, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan berbagai gagasan baru yang mampu menghubungkan pelestarian alam dengan pertumbuhan ekonomi. Ia menilai pemanfaatan sumber daya alam tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional, melainkan harus mengedepankan kreativitas dan teknologi.
Ia menjelaskan, konsep ekonomi hijau dan perdagangan karbon menjadi peluang yang semakin diperhitungkan di tingkat global. Menurutnya, kawasan hutan dan lingkungan yang terpelihara dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat.
Baca Juga: DLH Sintang Optimalkan TPA Nenak dengan Sistem Controlled Landfill Gantikan Praktik Open Dumping
Bala berharap berbagai ide yang lahir melalui Sintang Innovation Challenge tidak berhenti pada tahap perlombaan, tetapi dapat berkembang menjadi solusi nyata bagi pemanfaatan potensi daerah. Sintang Innovation Challenge 2026 mengusung tema Green Innovation for Sustainable Sintang dengan fokus pada pengembangan ekonomi hijau berbasis kawasan bernilai konservasi tinggi. (nda)
Editor : Miftakhair