PONTIANAK POST - Meninggalkan keluarga, menempuh ribuan kilometer perjalanan, dan memulai kehidupan di negeri yang bahasanya berbeda bukanlah keputusan mudah bagi Novalinda Nuraini. Namun, bagi alumni MAN 1 Sintang itu, semua tantangan tersebut merupakan bagian dari perjalanan untuk mewujudkan impian menimba ilmu di negara yang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan teknologi dunia.
Berkat beasiswa internasional dari PT Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG), Novalinda akan melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknik Mesin, Xuzhou College of Industrial Technology, Tiongkok.
"Saya sudah lama memiliki keinginan kuliah di luar negeri. Saat mengetahui ada program beasiswa ke Tiongkok, saya merasa harus mencoba karena kesempatan seperti ini belum tentu datang dua kali," ujar Novalinda, Kamis (16/7).
Baca Juga: Bupati Sintang Dorong Inovasi Ekonomi Hijau untuk Manfaatkan Potensi Alam Tanpa Merusak Lingkungan
Perjalanan menuju bangku kuliah di Tiongkok juga melalui proses seleksi yang tidak sederhana. Menurut Novalinda, tahapan wawancara menjadi penilaian utama. Para pewawancara lebih banyak menggali karakter, motivasi, dan kesiapan peserta menghadapi tantangan selama belajar di luar negeri.
"Saya menyampaikan bahwa saya mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Saya juga menjelaskan bahwa meskipun terkadang kurang teliti, saya selalu memiliki kebiasaan memeriksa kembali pekerjaan agar hasilnya lebih maksimal," ceritanya.
Putri sulung dari empat bersaudara pasangan Fahrul Armaini dan M. Melly itu kini masih menunggu jadwal keberangkatan ke Tiongkok. Sambil mempersiapkan diri, ia mengisi waktu dengan bekerja paruh waktu di sebuah Kedai yang berada di kawasan Baning Kota, Kecamatan Sintang, sejak awal Juni 2026.
Kisah Novalinda menjadi gambaran bahwa mimpi besar dapat berawal dari daerah. Dengan keberanian mengambil peluang, kemauan untuk terus belajar, dan tekad menghadapi tantangan, jalan menuju pendidikan internasional terbuka bagi siapa saja yang bersedia berusaha.
Baca Juga: Bupati Sintang Alokasikan Rp1 Miliar di APBD Perubahan 2026 untuk Pengembangan TPA Nenak
Perjalanan yang akan ditempuhnya bukan hanya tentang mengejar gelar sarjana, tetapi juga membawa harapan bahwa ilmu yang diperoleh kelak dapat menjadi bekal untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. (nda)
Editor : Miftakhair