Bupati Sintang Tekankan Peran Guru Agama Kristen Membentuk Generasi Berkarakter Tanpa Diskriminasi dan Penuh Toleransi

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:16 WIB
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, saat memberikan arahan kepada Guru Pendidikan Agama Kristen se-Provinsi Kalimantan Barat yang bertugas di Kabupaten Sintang, Senin (20/7). (ISTIMEWA)
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, saat memberikan arahan kepada Guru Pendidikan Agama Kristen se-Provinsi Kalimantan Barat yang bertugas di Kabupaten Sintang, Senin (20/7). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran yang jauh melampaui kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Selain menyampaikan materi pelajaran, guru juga dituntut menjadi teladan yang mampu membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta menginspirasi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, saat memberikan arahan kepada Guru Pendidikan Agama Kristen se-Provinsi Kalimantan Barat yang bertugas di Kabupaten Sintang, Senin (20/7).

Bala menekankan bahwa guru agama memegang peranan penting dalam membangun generasi yang memiliki iman kuat, berakhlak baik, dan mampu hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

Baca Juga: Pemkab Sintang Pindahkan TPS Depan Stadion Baning ke Belakang Gedung Kesenian Demi Kawasan Lebih Bersih

"Guru Agama Kristen tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, menginspirasi, dan menjadi teladan bagi peserta didik. Tugas itu sangat penting untuk membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," ujar Bala.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan di dalam organisasi profesi. Menurutnya, kebersamaan para guru dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Persatuan di antara Guru Agama Kristen harus menjadi kekuatan untuk menghadirkan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Guru agama dari latar belakang apa pun harus menjalankan tugas dengan baik dan berlandaskan nilai-nilai keimanan," katanya.

Bala menilai pendidikan agama sejak usia dini memiliki kontribusi besar dalam membentuk sikap saling menghormati, hidup damai, dan menghargai perbedaan. Karena itu, guru diharapkan mampu menanamkan nilai toleransi kepada peserta didik sejak di bangku sekolah.

Baca Juga: UMKM Sintang Didorong Berkembang Lebih Cepat, KPP Kenalkan Peluang KUR dan Pajak Final 0,5 Persen

"Anak-anak perlu dibentuk menjadi pribadi yang mampu hidup rukun dan damai. Kita boleh berprestasi di bidang masing-masing, tetapi jangan pernah kehilangan rasa hormat kepada orang lain," ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar guru tidak melakukan diskriminasi terhadap peserta didik maupun masyarakat yang memiliki latar belakang agama berbeda. Menurutnya, sikap menghargai keberagaman harus tercermin dalam perilaku seorang pendidik.

"Jangan menjadi pelaku diskriminasi. Jangan membeda-bedakan peserta didik. Kemajemukan merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama," tegas Bala.

Melalui PERGAKRI, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap kompetensi dan profesionalisme Guru Pendidikan Agama Kristen terus meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, toleran, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. (nda)

Editor : Miftakhair
toleransi sintang guru masyarakat kegiatan belajar