PONTIANAK POST – Aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang ibu berinisial SR bersama dua anaknya di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Minggu (19/7).
Peristiwa yang mengundang perhatian luas tersebut diduga berkaitan dengan persoalan rumah tangga, namun hingga kini polisi belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai motif maupun rangkaian kejadian.
Di tengah proses penyelidikan, beredar sebuah rekaman suara yang diduga diunggah korban melalui fitur status WhatsApp sebelum peristiwa itu terjadi. Rekaman berdurasi beberapa menit tersebut memperlihatkan percakapan antara korban dengan anak sulungnya dan menjadi perhatian masyarakat setelah tersebar di media sosial.
Baca Juga: Ibu dan Dua Anak Ditemukan Meninggal di Sintang, Polisi Dalami Dugaan Persoalan Rumah Tangga
Dalam rekaman itu, korban beberapa kali mengungkapkan kesedihannya setelah menyebut sang suami ingin mencari "mama baru". Saat ditanya apakah menginginkan ibu baru, anak korban menjawab:
"Enggak, aku mau Mama lama."
Percakapan kemudian berlanjut ketika korban menanyakan kemungkinan jika dirinya meninggal dunia.
"Kalau Mama mati gimana loh Bang?" tanya korban.
Sang anak menjawab,
"Aku mau ikut Mama."
Korban kemudian kembali mengatakan,
"Kita mati aja. Enggak ada yang sayang kita."
Pada bagian lain rekaman, korban juga terdengar mengatakan,
"Hati Mama sakit loh."
Sementara sang anak berusaha menenangkan ibunya dengan mengatakan,
"Abang yang mau sayang Mama."
Tak lama setelah rekaman tersebut diduga diunggah, korban bersama kedua anaknya ditemukan meninggal dunia di rumah mereka. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang menyatakan keterkaitan antara isi rekaman tersebut dengan penyebab maupun rangkaian peristiwa yang sedang diselidiki.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, termasuk mendalami berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Dugaan persoalan rumah tangga, termasuk informasi mengenai dugaan perselingkuhan yang ramai diperbincangkan di media sosial, juga masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik dan belum dapat dipastikan sebagai motif peristiwa.
Baca Juga: UMKM Sintang Didorong Berkembang Lebih Cepat, KPP Kenalkan Peluang KUR dan Pajak Final 0,5 Persen
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu hasil penyelidikan resmi yang sedang berlangsung. (nda)
Editor : Miftahul Khair