PONTIANAK POST - Kepolisian Sektor Sungai Tebelian menyatakan penyelidikan atas kasus meninggalnya seorang ibu muda berinisial SR bersama dua anaknya di Kabupaten Sintang masih mengarah pada dugaan bunuh diri yang disertai dugaan pembunuhan terhadap kedua anak korban. Hingga kini, polisi juga menegaskan belum menemukan bukti yang menguatkan dugaan perselingkuhan sebagai motif peristiwa tersebut.
Kapolsek Sungai Tebelian Ipda Aprianus Sabari Tampe mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara belum berubah dari kesimpulan awal yang telah disampaikan sebelumnya.
“Kalau untuk sementara berdasarkan olah TKP, kesimpulannya masih sama. Memang ada dugaan bunuh diri, penyebab-penyebab yang lain itu tidak ada,” ujar Aprianus kepada Pontianak Post, Selasa (21/7).
Baca Juga: Ibu dan Dua Anak Ditemukan Meninggal di Sintang, Polisi Dalami Dugaan Persoalan Rumah Tangga
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kematian dua anak korban juga diduga dilakukan oleh ibu mereka sebelum akhirnya korban mengakhiri hidupnya.
“Kalau terkait penyebab kematian anaknya, dugaannya juga sama dilakukan oleh ibu korban yang juga sama-sama meninggal,” katanya.
Terkait informasi yang beredar mengenai dugaan perselingkuhan suami korban sebagai pemicu peristiwa tersebut, Aprianus menegaskan hingga saat ini belum ada petunjuk maupun keterangan saksi yang mengarah ke dugaan tersebut.
“Dugaan perselingkuhan ini belum ada petunjuk lain yang kami peroleh, termasuk dari keterangan saksi maupun pihak keluarga yang sudah kami mintai keterangan. Tidak ada yang mengarah ke sana,” terangnya.
Meski demikian, polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan ada atau tidaknya motif lain di balik kejadian tersebut.
“Pemeriksaan tetap kami lanjutkan. Kalau memang ada penyebab atau motif lain tentu akan kami dalami,” kata Aprianus.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyebab kematian korban mengarah pada aksi gantung diri. Sementara itu, pihak keluarga menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut.
Menurut Aprianus, saat peristiwa terjadi suami korban sedang berkumpul bersama teman-temannya. Di tengah kegiatan tersebut, ia menerima sebuah pesan suara dari istrinya melalui aplikasi WhatsApp.
“Suaminya sedang nongkrong bersama teman-temannya. Saat itu dikirimi voice note oleh istrinya. Setelah pesan itu didengar, suaminya pulang ke rumah dan mendapati korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk memastikan kronologi serta motif di balik meninggalnya SR dan kedua anaknya.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi selama proses penyelidikan masih berlangsung. (nda)
Editor : Miftahul Khair