PONTIANAK POST - Sebanyak 183 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Sintang yang lulus pada seleksi tahun 2025 dan 2026 mulai mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) sebagai tahapan wajib sebelum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Program tersebut menjadi bagian dari pembentukan aparatur yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki integritas dan karakter dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus menjelaskan pelaksanaan Latsar merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Setiap CPNS diwajibkan menjalani masa percobaan melalui pelatihan yang dirancang untuk membangun moral, kejujuran, nasionalisme, tanggung jawab, serta profesionalisme sesuai bidang tugas masing-masing.
"Pelatihan ini diselenggarakan secara inovatif dan terintegrasi dengan memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal, sehingga peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai ASN dalam pekerjaan sehari-hari," ujar Kartiyus.
Baca Juga: Ketua DWP Sintang Norhayati Kartiyus Tekankan Kerja Sama dan Kekompakan Keluarga ASN
Menurutnya, pola pelatihan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar di ruang kelas sekaligus mengimplementasikan materi di unit kerja masing-masing. Dengan pendekatan itu, kompetensi yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi budaya kerja yang melekat ketika para CPNS telah resmi menyandang status sebagai PNS.
Kartiyus mengatakan Latsar bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi menjadi proses pembentukan aparatur yang profesional dan berkarakter.
"Melalui pelatihan ini diharapkan lahir PNS profesional yang berlandaskan nilai-nilai dasar ASN dalam melaksanakan kebijakan publik, pelayanan publik, serta menjadi perekat dan pemersatu bangsa," katanya.
Baca Juga: Kasus Ibu dan Dua Anak Meninggal di Sintang, Polisi: Belum Ada Bukti Dugaan Perselingkuhan
Dalam arahannya, Kartiyus juga membagikan pengalamannya saat pertama kali diangkat sebagai PNS pada 1993. Ia mengisahkan bahwa pelatihan pada masa itu berlangsung selama tiga bulan dan diwarnai latihan fisik bersama TNI, termasuk latihan dasar militer di Pasir Panjang, Singkawang.
"Saat itu dari Sintang hanya ada 12 orang. Hari ini kalian mengikuti Latsar, dan 20 tahun mendatang saya yakin di antara kalian akan ada yang menjadi pejabat di Kabupaten Sintang," ungkapnya.(nda)
Editor : Miftakhair