PONTIANAK POST - Setelah melalui proses pembangunan selama 16 tahun, Gereja Katolik Stasi Santo Markus Semandak di Desa Kemantan, Kecamatan Sepauk, akhirnya berdiri kokoh dan mulai digunakan umat. Gereja yang dibangun sejak 2010 dan rampung pada 2026 itu menjadi simbol kegigihan umat yang secara bertahap mewujudkan rumah ibadah melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.
Peresmian sekaligus pemberkatan gereja dilakukan oleh Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap. Ia menilai selesainya pembangunan gereja tersebut bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bukti kuatnya solidaritas dan iman umat yang bertahan selama belasan tahun.
"Gereja ini berbicara tentang solidaritas dan keimanan. Saya yakin kalau orang beriman, maka dia tidak akan berbuat macam-macam. Umat Stasi Santo Markus, kalian telah membangun stasi kalian. Itu berarti membangun paroki dan membangun Keuskupan Sintang. Kalau stasi maju, paroki juga maju, keuskupan juga maju," ujar Samuel Oton Sidin.
Baca Juga: Lapas Sintang Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Lewat Makanan Titipan
Menurutnya, semangat yang melandasi pembangunan gereja perlu terus dipelihara agar membawa kemajuan tidak hanya dalam kehidupan rohani, tetapi juga dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
"Saya yakin kalau kita punya semangat roh yang berasal dari Allah, kita akan bisa bertumbuh kembang bukan hanya dalam kehidupan beriman, tetapi kehidupan bermasyarakat, berbudaya, dan kehidupan ekonomis. Upayakanlah agar kita maju dalam segala dimensi kehidupan," ungkapnya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Niko Dimus, mengatakan pembangunan gereja yang memakan waktu hingga 16 tahun menunjukkan besarnya pengorbanan dan ketekunan umat dalam mewujudkan tempat ibadah yang representatif.
"Gereja ini menjadi simbol iman, harapan, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang telah diwujudkan melalui kerja keras, pengorbanan serta kebersamaan seluruh umat dari berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. Pemkab Sintang ikut bangga, karena pembangunan gereja ini sangat lama. Ini pasti dilakukan dengan susah payah banyak pihak," ujar Niko.
Baca Juga: Dinkes Sintang Sebut Capaian Desa ODF Baru 176, Percepatan Sanitasi Masih Perlu Ditingkatkan
Niko berharap gereja tersebut tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga berperan memperkuat kepedulian sosial dan pembinaan karakter umat.
"Saya berharap Gereja Katolik Santo Markus Stasi Semandak ini dapat menjadi rumah bagi seluruh umat untuk semakin bertumbuh dalam iman, semakin peduli terhadap sesama, aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan serta menjadi mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab," tukasnya. (nda)
Editor : Miftakhair