Puntung Rokok yang Masih Menyala Jadi Ancaman Kebakaran, Pemkab Sintang Minta ASN Tingkatkan Kewaspadaan

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:31 WIB

 

Ilustrasi - Rokok.
Ilustrasi - Rokok.

PONTIANAK POST  - Musim kemarau yang melanda Kabupaten Sintang meningkatkan risiko kebakaran, tidak hanya akibat aktivitas pembakaran sampah atau pembukaan lahan, tetapi juga dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Pemerintah Kabupaten Sintang mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih berhati-hati karena bara api sekecil apa pun dapat memicu kebakaran di tengah kondisi rumput dan semak yang mengering.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, mengatakan curah hujan yang tidak turun selama beberapa minggu terakhir membuat vegetasi menjadi mudah terbakar. Dalam kondisi seperti ini, puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api apabila dibuang di lokasi yang dipenuhi rumput atau dedaunan kering.

"Begitu juga bagi yang merokok. Saat membuang puntung rokok, pastikan sudah dalam keadaan padam. Buanglah pada tempat yang aman sehingga tidak menimbulkan kebakaran," ujar Kartiyus, Kamis (23/7).

 Baca Juga: Lapas Sintang Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Lewat Makanan Titipan

Ia meminta seluruh ASN menjadikan kebiasaan sederhana tersebut sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran di lingkungan permukiman maupun lahan. Menurutnya, kedisiplinan dalam menggunakan api menjadi langkah awal untuk mengurangi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Selain mengingatkan soal puntung rokok, Kartiyus juga mengimbau ASN lebih berhati-hati ketika membakar sampah rumah tangga, sampah daun maupun saat membuka kebun. Ia menegaskan, api yang sengaja dinyalakan harus terus diawasi hingga benar-benar padam.

"Sintang sudah berminggu-minggu tidak turun hujan. Jadi saya menghimbau agar Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk ekstra hati-hati saat membakar sampah rumah tangga, membakar sampah daun di sekitar rumah maupun saat membuka kebun," katanya.

Kartiyus mengingatkan banyak kebakaran bermula dari api yang ditinggalkan tanpa pengawasan sehingga merambat ke lahan di sekitarnya. Karena itu, setiap orang diminta memastikan tidak ada bara api yang tersisa sebelum meninggalkan lokasi pembakaran,"Harus dijaga saat membakar. Jangan dibakar lalu ditinggal. Jangan sampai api merembet ke tempat lain. Sebelum meninggalkan lokasi, pastikan api sudah benar-benar padam."

 Baca Juga: Dinkes Sintang Sebut Capaian Desa ODF Baru 176, Percepatan Sanitasi Masih Perlu Ditingkatkan

Ia berharap ASN menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan perilaku yang aman selama musim kemarau. Menurut Kartiyus, kewaspadaan terhadap penggunaan api, termasuk memastikan puntung rokok benar-benar padam, merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah kerugian akibat kebakaran hutan, lahan, maupun kawasan permukiman. (nda)

Editor : Miftakhair
musim kemarau puntung rokok sintang asn mencegah kebakaran