PONTIANAK POST - Keberanian meninggalkan kampung halaman untuk menempuh pendidikan dan meraih pengalaman di luar daerah dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing sekaligus mempersiapkan diri membangun daerah asal.
Ketua Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, mengajak generasi muda agar tidak ragu menempuh pendidikan tinggi di luar daerah dan memanfaatkan kesempatan merantau sebagai proses pembentukan karakter serta kemampuan menghadapi tantangan.
Menurut Yohanes, merantau tidak selalu berarti pergi ke kota-kota besar di luar pulau. Langkah itu dapat dimulai dari berpindah ke ibu kota kabupaten untuk sekolah atau kuliah, kemudian melanjutkan pendidikan ke Pontianak maupun daerah lain di Indonesia.
"Merantau bisa dimulai dari tingkat kecamatan, sekolah atau kuliah di Kota Sintang. Bisa juga ke Pontianak, bahkan ke luar Kalimantan Barat seperti ke Jawa. Saat merantau, seseorang akan ditempa oleh berbagai tantangan sehingga peluang untuk berhasil jauh lebih besar," ujar Yohanes, Jumat (31/7).
Ia menjelaskan, kehidupan di perantauan akan membentuk pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan memiliki wawasan lebih luas. Pengalaman tersebut menjadi modal penting agar generasi muda mampu bersaing dalam dunia kerja maupun berbagai bidang profesi.
Dalam pemaparannya, Yohanes juga mengaitkan semangat merantau dengan filosofi budaya Dayak yang selama ini dikenal melalui tradisi mengayau. Menurutnya, nilai keberanian dan tekad yang terkandung dalam tradisi itu dapat dimaknai ulang sesuai perkembangan zaman.
"Dulu kita mengenal tradisi mengayau. Semangat itu sekarang harus kita ubah maknanya. Bukan lagi mengayau, tetapi merantau. Kalau belum sukses, jangan pulang. Jadikan itu motivasi agar selama di perantauan kita bekerja keras, berprestasi, dan akhirnya kembali membawa keberhasilan untuk membangun kampung halaman," ceritanya.
Ia menambahkan, keberhasilan yang diraih di luar daerah sebaiknya tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Pengalaman, ilmu, serta jejaring yang diperoleh perlu dibawa kembali untuk memperkuat pembangunan di tanah kelahiran.
"Jangan takut keluar dari kampung. Carilah ilmu setinggi-tingginya, kumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya, raih kesuksesan, lalu pulang untuk membangun tanah kelahiran. Itulah investasi terbaik bagi masa depan masyarakat Dayak," pungkasnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair