PONTIANAK POST - Program pendampingan Wahana Visi Indonesia (WVI) di Kabupaten Sintang berakhir namun tidak menghentikan upaya peningkatan kualitas hidup anak-anak. Pemkab memastikan program yang telah berjalan selama kemitraan dengan WVI akan tetap dilanjutkan melalui kebijakan dan program pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus mengatakan, selama menjalankan program sejak 1992, WVI telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai sektor, mulai dari kesehatan, gizi, sanitasi, air bersih, pendidikan, perlindungan anak hingga pemberdayaan masyarakat.
Ia menyebut salah satu hasil pendampingan yang memberikan dampak positif adalah peningkatan kepemilikan dokumen identitas anak, seperti Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran. Program tersebut dinilai penting karena menjadi dasar pemenuhan hak anak dalam memperoleh pelayanan publik.
Baca Juga: Gaet Tamu Luar Negeri, Sintang Siapkan Festival Lestari 2026: Boyong Peserta ke Hutan Adat Ansok
"WVI mendorong kami untuk menerbitkan KIA dan akta kelahiran bagi anak-anak. Semangat itu terus kami lanjutkan. Saat ini cakupan sanitasi di Kabupaten Sintang telah mencapai sekitar 70 persen, sementara akses air bersih masyarakat sekitar 65 persen," ungkapnya.
Sementara itu, Program Director WVI Eben Ezer Sembiring menyampaikan bahwa perjalanan program di Sintang merupakan bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak dan keluarga.
"Berakhirnya program WVI di Sintang menjadi penanda perubahan pola pendampingan, namun berbagai praktik baik yang telah diterapkan di masyarakat diharapkan tetap berjalan melalui keterlibatan pemerintah daerah, desa, dan masyarakat," kata dia. (nda)
Editor : Miftahul Khair