Tanpa Sinyal HP dan Dihantam Kemarau, Pendakian Bukit Raya Sintang Diingatkan Soal Risiko Ekstrem

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 13:48 WIB
Pemandangan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBR). (ATOURIN)
Pemandangan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBR). (ATOURIN)

PONTIANAK POST - Faktor keselamatan menjadi perhatian utama dalam ekspedisi pendakian Bukit Raya yang dilakukan Komunitas Areingers Kalimantan Barat. Jalur yang menantang serta kondisi musim kemarau membuat setiap peserta diminta mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBR).

Kasubbag Tata Usaha Balai TNBBR Kabupaten Sintang, Rusnadi, mengatakan karakter jalur menuju puncak Bukit Raya membutuhkan kesiapan fisik, logistik, dan kedisiplinan seluruh anggota tim. Pendaki juga harus memahami rute perjalanan karena kawasan tersebut tidak memiliki jaringan komunikasi.

"Pendakian ke Bukit Raya cukup berat sehingga kesehatan, kekompakan, serta pemahaman terhadap jalur menjadi hal yang sangat penting. Persediaan air, makanan, dan obat-obatan juga harus diperhitungkan karena saat ini sedang memasuki musim kering," ujar Rusnadi di Sintang kemarin.

Baca Juga: Bukit Raya Sambora Diproyeksikan Jadi Lokasi Paralayang, Pemprov Kalbar Fokus Benahi Infrastruktur

Ia menjelaskan Balai TNBBR akan mendampingi perjalanan tim selama ekspedisi berlangsung. Pendampingan dilakukan untuk memastikan aktivitas berjalan aman sekaligus meminimalkan risiko selama berada di kawasan konservasi.

Rusnadi mengingatkan seluruh peserta agar mematuhi arahan pemimpin rombongan selama perjalanan. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan pendakian.

"Dalam satu rombongan harus ada satu pemimpin yang menjadi acuan. Kekompakan sangat diperlukan agar perjalanan berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan," katanya.

Selain aspek keselamatan, ia juga meminta seluruh peserta menjaga kebersihan kawasan dengan tidak meninggalkan sampah selama pendakian.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di TNGGP Berhasil Dipadamkan, Kemenhut Tutup Seluruh Jalur Pendakian

"Gunung harus tetap bersih. Semua sampah yang dibawa masuk harus dibawa kembali keluar agar kelestarian kawasan tetap terjaga," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan pendakian dengan selamat serta memperoleh pengalaman berharga selama berada di Bukit Raya.

"Kami berharap seluruh tim berangkat dan kembali dalam keadaan sehat. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala," katanya.

Bukit Raya merupakan salah satu puncak tertinggi di Pulau Kalimantan yang berada di kawasan TNBBR dan memiliki dua puncak yang masuk wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, serta Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Keberadaan kawasan tersebut tidak hanya menjadi tujuan para pendaki, tetapi juga memiliki nilai penting sebagai kawasan konservasi yang terus dijaga kelestariannya. (nda)

Editor : Miftahul Khair
Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya komunitas areingers kalbar pendakian bukit raya sintang