PONTIANAK POST - Pembentukan karakter murid menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Sintang setelah munculnya perilaku anak yang dinilai mulai mengabaikan etika terhadap orang tua dan lingkungan. Sekolah diminta tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi memastikan peserta didik tumbuh dengan sikap sopan, santun serta mampu menghargai orang lain.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta kepala sekolah jenjang TK, SD dan SMP memperkuat pembinaan karakter dalam keseharian pendidikan. Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak cukup diukur dari kemampuan akademik murid, tetapi juga dari perilaku mereka di dalam maupun luar lingkungan sekolah.
“Saya minta kepala sekolah membentuk karakter anak yang baik, beretika, sopan dan santun. Saya prihatin ketika mengetahui ada anak yang sampai menendang ibunya,” ujar Bala, Selasa (11/8).
Baca Juga: 658 Hotspot Terdeteksi di Sintang, Luas Indikatif Karhutla Capai 139 Hektare hingga Juli 2026
Ia menyebut pembentukan kepribadian anak membutuhkan pembiasaan secara terus-menerus. Guru, menurutnya, memiliki peran penting untuk mengajarkan penghormatan terhadap orang tua, pendidik serta sesama. Bala juga meminta sekolah memperkuat komunikasi dengan keluarga. Pendidikan karakter, katanya, tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada sekolah karena kebiasaan anak terbentuk dari interaksi antara keluarga, sekolah dan lingkungan sosial.
Selain persoalan karakter, Bala meminta kepala sekolah lebih sigap menyiapkan persyaratan administrasi untuk memperoleh dukungan pembiayaan sarana pendidikan. Kelengkapan dokumen menjadi penting karena bantuan pemerintah tidak otomatis diberikan kepada seluruh sekolah. (nda)
Editor : Miftakhair