Debit Sungai Melawi dan Kapuas Menurun, Warga Sintang Diminta Waspadai Bahaya Pelayaran

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:58 WIB

 

Kondisi debit air yang menurun di alur Sungai Melawi dan Sungai Kapuas berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.(RISKA / PONTIANAK POST )
Kondisi debit air yang menurun di alur Sungai Melawi dan Sungai Kapuas berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.(RISKA / PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST  - Kondisi debit air yang menurun pada musim kemarau membuat sejumlah bagian alur Sungai Melawi dan Sungai Kapuas di Kabupaten Sintang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran. Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang meminta nakhoda kapal, pengemudi speed boat, hingga masyarakat yang beraktivitas di sungai meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi alur.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang Agustinus Yulianto mengatakan, penyusutan debit air dapat membuat sejumlah bagian sungai menjadi lebih dangkal, menyempit, atau mengalami perubahan alur. Kondisi tersebut berisiko bagi pengguna transportasi sungai apabila tidak diantisipasi.

“Kondisi sungai yang terlihat tenang tidak selalu berarti aman, karena kedalaman, arus bawah, pusaran, serta perubahan alur sungai dapat berbeda pada setiap lokasi,” kata Agustinus, Rabu (12/8).

Baca Juga: Bupati Sintang Prihatin Ada Anak Tendang Ibu, Sekolah Diminta Perkuat Pendidikan Karakter

Ia meminta nakhoda dan pengemudi speed boat mengenali kondisi alur sebelum maupun selama perjalanan. Bagian sungai yang dangkal, menyempit, terdapat pasir, bebatuan, kayu atau rintangan lain perlu diwaspadai.

Pengguna kapal juga diminta mengurangi kecepatan pada lokasi yang berpotensi membahayakan dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi alur tidak memungkinkan.

Baca Juga: 658 Hotspot Terdeteksi di Sintang, Luas Indikatif Karhutla Capai 139 Hektare hingga Juli 2026

Peringatan serupa disampaikan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas mandi, berenang, bermain, memancing maupun kegiatan lain di Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Warga diminta memilih lokasi yang aman dan relatif dangkal serta menghindari bagian sungai yang dalam, berarus deras, berpusar atau berada dekat alur pelayaran. (nda)

Editor : Miftakhair
sungai musim kemarau sintang debit air