Kabut Asap Makin Pekat, Disdikbud Sintang Siapkan Opsi Belajar dari Rumah bagi Siswa

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:44 WIB

 

Herkulanus Roni.
Herkulanus Roni.

PONTIANAK POST  - Kabut asap yang membuat udara Sintang semakin pekat pada Rabu (19/8) mulai menjadi perhatian serius terhadap kegiatan belajar siswa. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berisiko bagi kesehatan anak, tetapi juga dapat mengganggu pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sintang, Herkulanus Roni, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah untuk menyesuaikan kegiatan pendidikan dengan kondisi udara yang memburuk. Satu diantara opsi yang dipertimbangkan ialah mengalihkan pembelajaran ke rumah jika kualitas udara tidak memungkinkan siswa berada di ruang kelas.

Menurut Roni, keputusan tersebut tidak akan diambil secara sepihak. Disdikbud terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

 Baca Juga: Sintang Raih Tiga Penghargaan di HUT RI, Desa Menaong Baru Masuk Tiga Besar Kalbar

“Kondisi udara hari ini memang terlihat lebih pekat dibanding sebelumnya. Karena itu, kami perlu memastikan langkah yang paling aman bagi anak-anak melalui koordinasi dengan BPBD dan tim penanganan karhutla,” ujar Roni, Rabu (19/8).

Ia menjelaskan, terdapat dua kemungkinan pola pembelajaran yang dapat diterapkan. Jika kondisi udara semakin buruk, siswa dapat mengikuti belajar dari rumah dengan metode daring. Namun, apabila keadaan masih memungkinkan kegiatan tatap muka, sekolah dapat tetap menjalankan pembelajaran dengan menerapkan penggunaan masker. Roni menyebut hasil pembahasan bersama pihak terkait akan menjadi dasar bagi Disdikbud untuk menentukan kebijakan pembelajaran. Keputusan tersebut diharapkan dapat segera disampaikan sehingga sekolah dan orang tua memiliki kepastian dalam menjalankan kegiatan belajar.

 Baca Juga: Oknum Anggota DPRD Sintang Diamankan, Bawa Emas Diduga Hasil PETI Rp6,2 Miliar

“Kalau melihat keadaan udara sekarang, memang belum ideal untuk aktivitas belajar secara langsung. Faktor kesehatan harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah berikutnya,” pungkasnya. (nda)

Editor : Miftakhair
pelaksanaan pembelajaran sintang bpbd Karhutla 2026 kabut asap