PONTIANAK POST - Sebanyak 22 proyek fisik yang dikerjakan sepanjang 2025 hingga 2026 kini mulai diarahkan pada ukuran yang lebih konkret, yakni manfaatnya bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sintang menilai pembangunan tidak cukup berhenti pada selesainya pekerjaan, tetapi harus mampu memperbaiki pelayanan, membuka akses dan mendukung aktivitas ekonomi warga.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat setiap pembangunan harus dipilih berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak. Pemerintah tidak ingin anggaran terserap hanya untuk memperbanyak proyek tanpa memperhitungkan dampak setelah pekerjaan selesai.
“Yang menjadi ukuran bukan berapa banyak proyek yang kita kerjakan, melainkan seberapa jauh hasilnya menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Bala saat meresmikan 22 proyek, Kamis (20/8).
Baca Juga: Urus Paspor di Sintang Makin Mudah, Warga Diingatkan Jangan Gunakan Jasa Calo
Menurutnya, infrastruktur memiliki hubungan langsung dengan berbagai sektor kehidupan. Jalan dan jembatan yang lebih baik, misalnya, dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus membuka akses menuju pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi.
“Pembangunan fisik harus memberi efek lanjutan. Ketika akses membaik, masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan, menjalankan usaha dan berhubungan dengan wilayah lain,” ungkap Bala.
Bala menyebut pembangunan infrastruktur juga diperlukan untuk mengurangi ketimpangan antarwilayah. Karena itu, proyek yang dibiayai melalui sumber daya daerah harus ditempatkan dalam perencanaan yang terukur dan disesuaikan dengan prioritas pembangunan Sintang.
Namun, kebutuhan pembangunan yang masih besar tidak sebanding dengan kapasitas anggaran daerah. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan program yang akan dikerjakan.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat, Disdikbud Sintang Siapkan Opsi Belajar dari Rumah bagi Siswa
“Anggaran kita memiliki batas. Karena itu, setiap rupiah harus digunakan secara cermat, terbuka dan tepat sasaran. Perencanaan tidak boleh hanya mengejar target pekerjaan selesai,” tegasnya. (nda)
Editor : Miftakhair