Bupati Sintang Imbau Warga Hentikan Bakar Lahan, Semua Pihak Diminta Peduli

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:59 WIB
Upaya pemadaman karhutla di Kota Singkawang beberapa waktu lalu.
Ilustrasi - Upaya pemadaman karhutla. (dok)

 

PONTIANAK POST – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengimbau masyarakat bersama-sama menghentikan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Ia meminta warga meningkatkan kepedulian karena dampak kebakaran dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“Saya mengajak semua peduli dengan kasus kebakaran hutan dan lahan ini. Jangan sampai tidak mau peduli karena bukan kebunnya yang terbakar. Tidak peduli karena tidak ada kaitan langsung dengan dirinya. Kita jangan ego. Kita ini saling berkaitan satu,” tegas Gregorius Herkulanus Bala, Minggu (23/8).

Karhutla Jadi Tanggung Jawab Bersama

Gregorius mengatakan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah berkunjung ke Pontianak untuk meninjau lokasi kebakaran sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

"Perhatian Presiden terhadap persoalan karhutla tersebut menjadi pengingat, kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan serius yang membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak," kata Gregorius Herkulanus.

Menurut dia, masyarakat tidak boleh menganggap karhutla hanya menjadi persoalan pemilik lahan atau perkebunan yang terbakar. Kebakaran dapat menimbulkan asap, menurunkan kualitas udara, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga berdampak terhadap lingkungan.

“Kita hidup dalam satu lingkungan yang sama. Kalau ada kebakaran di satu tempat, dampaknya bisa dirasakan oleh banyak orang. Karena itu, jangan berpikir ini bukan kebun saya, bukan lahan saya, sehingga saya tidak peduli. Kita harus saling peduli,” ujarnya.

Baca Juga: Kualitas Udara Sintang & Kubu Raya Masuk Level Bahaya! 3.759 Titik Panas Kepung Kalbar

Warga Diminta Waspadai Api Kecil

Selain meminta masyarakat tidak membakar lahan, Gregorius mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan hutan, perkebunan, dan lahan kering.

“Jangan buang puntung rokok sembarangan apalagi di hutan dan lahan. Setiap kasus kebakaran hutan dan lahan pasti dari api yang kecil. Jangan meremehkan api kecil,” kata Gregorius Herkulanus.

Ia mengingatkan kondisi kemarau membuat lahan dan vegetasi kering sehingga mudah terbakar. Api yang semula kecil dapat membesar dan merambat apabila tidak segera dipadamkan, terutama ketika angin cukup kencang.

Karena itu, Gregorius kembali meminta masyarakat menunda pembukaan lahan untuk perkebunan dengan cara membakar selama kemarau panjang.

“Dalam kondisi kemarau panjang ini, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk menunda melakukan pembukaan lahan untuk perkebunan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama,” kata Gregorius Herkulanus.

Masyarakat Diminta Segera Laporkan Titik Api

Gregorius juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Menurut dia, pencegahan sejak dini lebih baik daripada menunggu kebakaran meluas. Penanganan karhutla, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh unsur.

"Pemerintah, aparat keamanan, pemadam kebakaran, dunia usaha dan masyarakat harus bergerak bersama dalam mencegah dan menangani karhutla. Ini bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita bersama. Mari kita saling mengingatkan, saling menjaga dan saling peduli. Jangan menunggu sampai kebakaran terjadi baru kita bergerak,” ujar Bupati Sintang.

Baca Juga: El Nino Berpotensi hingga Akhir 2026, Sintang Waspadai Ancaman Karhutla

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, sebelumnya mengatakan sebanyak 3.759 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan sepanjang Kamis (20/8).

Jumlah tersebut belum dapat disebut sebagai titik api karena masih harus diverifikasi dan divalidasi di lapangan, sementara kualitas udara di sejumlah wilayah mulai berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

 
 
 
 

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 1.795 titik. Selanjutnya Sanggau 466 titik, Landak 268 titik, Kubu Raya 254 titik, Kayong Utara 200 titik, Melawi 190 titik dan Sekadau 150 titik.

Titik panas lainnya terdeteksi di Kapuas Hulu sebanyak 126 titik, Sintang 111 titik, Bengkayang 95 titik, Sambas 59 titik, Mempawah 44 titik dan Kota Singkawang satu titik. Sementara Kota Pontianak tidak terdeteksi titik panas.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Karhutla Sintang Kebakaran hutan dan lahan Kalbar hentikan bakar lahan pencegahan karhutla bupati sintang