Kapolres Sintang Budi Hartono Turun Tangan Padamkan Api di TIga Lokasi Karhutla

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:55 WIB
PADAMKAN KARHUTLA: Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno turun langsung menyiramkan air untuk memadamkan titik api di lahan gambut, Sintang, Sabtu (22/8). Upaya ini dilakukan bersama tim gabungan untuk mencegah api kembali meluas.
PADAMKAN KARHUTLA: Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno turun langsung menyiramkan air untuk memadamkan titik api di lahan gambut, Sintang, Sabtu (22/8). Upaya ini dilakukan bersama tim gabungan untuk mencegah api kembali meluas.

 

PONTIANAK POST — Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno turun langsung ke lapangan menangani karhutla Sintang yang terjadi di tiga lokasi pada Sabtu (22/8/2026).

Ground check sekaligus pemadaman dilakukan bersama tim gabungan sejak pukul 13.00 WIB hingga 23.00 WIB. Petugas menyisir titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah api kembali meluas.

Tiga lokasi yang ditangani berada di Jalan Sintang–Putussibau, Desa Jerora; Jalan Dermaga Sungai Ringin, Desa Anggah Jaya; serta Jalan Masuka Dua, Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang.

Api Kembali Muncul di Lahan Gambut

Pemadaman menghadapi tantangan karena sebagian lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut. Area tersebut juga ditumbuhi pepohonan dan semak belukar yang mudah terbakar saat kondisi kering.

Petugas menemukan sejumlah titik yang sebelumnya telah dipadamkan kembali mengeluarkan asap. Kondisi ini membuat tim harus melakukan penyisiran dan pendinginan secara berulang.

Api kemudian berhasil dikendalikan. Namun, kepulan asap masih terlihat di sejumlah bagian lahan sehingga pemantauan tetap dilakukan.

Kapolres Bersama Tim Gabungan

Kapolres Sintang turun bersama personel gabungan dari Polres Sintang, Polsek Sintang Kota, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang, BPBD Kabupaten Sintang, dan Satbrimob Sintang.

Kapolsek Sintang Kota IPTU Heru Woldy bersama personelnya juga terlibat dalam pengecekan dan pemadaman di lapangan.

Sinergi tersebut diarahkan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah api menjalar ke area lain.

Musim Kemarau Perbesar Risiko

Kondisi lahan gambut dan musim kemarau menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Ketika lahan mengering, api dapat lebih mudah menjalar dan meninggalkan bara yang sulit terlihat dari permukaan.

Bagi warga di sekitar lokasi, pemadaman cepat menjadi penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu aktivitas dan kualitas udara apabila kebakaran tidak segera dikendalikan.

Tiga Lokasi Penanganan

Penanganan berlangsung hingga malam hari. Munculnya kembali asap di lokasi yang sebelumnya dipadamkan menjadi pengingat bahwa karhutla di lahan gambut membutuhkan pendinginan dan pemantauan berkelanjutan, bukan sekadar memadamkan api yang terlihat.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
musim kemarau pemadaman karhutla kebakaran lahan gambut Ground Check Kapolres Sintang