Limbah Sawit di Sintang Disulap Jadi Energi, Buka Peluang Ekonomi dan Lapangan Kerja Baru

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:42 WIB
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meresmikan pabrik biomassa dan co-firing batubara di Manis Raya, Kecamatan Sepauk.(ISTIMEWA)
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meresmikan pabrik biomassa dan co-firing batubara di Manis Raya, Kecamatan Sepauk.(ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Tandan kosong kelapa sawit (EFB) yang selama ini lebih banyak dipandang sebagai limbah mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi bernilai ekonomi di Kabupaten Sintang. Pengolahan limbah perkebunan tersebut dilakukan PT Sinar Unggul Negeri (SUN) melalui pabrik biomassa dan co-firing batubara di Manis Raya, Kecamatan Sepauk.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan keberadaan industri tersebut membuka peluang baru bagi daerah untuk mengubah potensi perkebunan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas. Ia berharap pengolahan EFB tidak berhenti pada kepentingan perusahaan, tetapi turut menciptakan perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

“Yang kita harapkan bukan sekadar pabrik beroperasi. Harus ada manfaat yang terasa di sekitar, baik melalui lapangan kerja, kebutuhan bahan baku maupun tumbuhnya kegiatan usaha masyarakat,” ujar Bala, Sabtu (22/8).

 Baca Juga: Kapolres Sintang Budi Hartono Turun Tangan Padamkan Api di TIga Lokasi Karhutla

Bala menilai pemanfaatan tandan kosong menjadi biomassa menunjukkan bahwa limbah perkebunan masih memiliki peluang ekonomi apabila dikelola dengan teknologi yang tepat. Pengolahan tersebut sekaligus dapat membuka ruang bagi munculnya kegiatan ekonomi baru berbasis sumber daya lokal. Ia berharap investasi PT SUN berkembang secara berkelanjutan dan mampu memperluas keterlibatan masyarakat. 

Menurutnya, keberhasilan sebuah investasi di daerah tidak hanya terlihat dari kapasitas produksi, tetapi juga dari dampaknya terhadap tenaga kerja, pelaku usaha dan perekonomian wilayah.

Bala juga mengingatkan agar potensi kelapa sawit Sintang tidak berhenti pada produksi bahan baku. Pengembangan industri pengolahan dinilai penting untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

 Baca Juga: Bupati Sintang Imbau Warga Hentikan Bakar Lahan, Semua Pihak Diminta Peduli

“Kita perlu mengubah cara pandang terhadap hasil perkebunan. Jangan hanya menjual bahan mentah, tetapi terus mencari cara agar sumber daya lokal bisa menghasilkan nilai tambah di daerah sendiri,” tutupnya. (nda)

Editor : Miftakhair
biomassa sawit EFB sintang pabrik sawit