Karhutla Sintang Bakar 335,5 Hektare Lahan, BPBD Ajukan Helikopter untuk Padamkan Titik Api

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:05 WIB

 

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang telah menghanguskan sekitar 335,5 hektare lahan.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang telah menghanguskan sekitar 335,5 hektare lahan.

PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang telah menghanguskan sekitar 335,5 hektare lahan. Kondisi tersebut diperparah dengan masih ditemukannya titik api di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Bukit Liang yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang Kusnidar mengatakan, hingga saat ini pihaknya mencatat 138 hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah. Dari lokasi yang terdampak, Desa Anggah Jaya menjadi satu diantara kawasan dengan kondisi kebakaran yang cukup serius.

“Luas lahan yang terbakar sudah mencapai sekitar 335,5 hektare. Kami terus memantau titik-titik yang muncul dan melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Kusnidar, Rabu (26/8).

 Baca Juga: Saka Adhyasta Pemilu Sintang Diminta Tak Sekadar Punya Pengurus, Harus Aktif di Masyarakat

Menurutnya, penanganan menjadi lebih sulit ketika api berada di kawasan yang aksesnya terbatas. Bukit Liang menjadi satu diantara lokasi yang membutuhkan penanganan khusus karena petugas tidak mudah mencapai titik kebakaran menggunakan sarana darat.

“Untuk kawasan seperti Bukit Liang, aksesnya memang tidak mudah. Karena itu kami sudah mengusulkan dukungan dari daerah agar penanganannya bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Hingga kini, bantuan helikopter untuk melakukan pemadaman melalui udara atau water bombing belum tersedia. Padahal, menurut Kusnidar, dukungan udara dibutuhkan apabila api berada di wilayah yang sulit dijangkau petugas.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama kondisi cuaca masih kering. Pembakaran lahan maupun sampah diminta dihentikan untuk mencegah munculnya titik api baru.

 Baca Juga: ICDN Sintang Minta Perda Pembukaan Lahan Dipertahankan, Soroti Akar Persoalan Karhutla

“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Sampah pun sebaiknya tidak dibakar karena api kecil bisa berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan,” katanya.

Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari pembuatan api unggun ketika berkemah. Di tengah kondisi udara yang terdampak asap, warga dianjurkan menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Kusnidar berharap kewaspadaan masyarakat meningkat seiring bertambahnya luasan lahan yang terbakar. Pencegahan, menurutnya, menjadi langkah penting agar beban penanganan karhutla tidak semakin berat.

Baca Juga: Saka Adhyasta Pemilu Sintang Disiapkan Hadapi Hoaks, Anak Muda Diminta Tak Asal Sebar Informasi

“Yang paling penting sekarang adalah mencegah munculnya api baru. Peran masyarakat sangat menentukan karena sebagian besar kejadian bisa dicegah sejak awal,” pungkasnya. (nda)

Editor : Miftakhair
Kewaspadaan sintang kebakaran hutan dan lahan bpbd Karhutla 2026