40 Hari di Jakarta, Mirza Rafi Pulang ke Sintang Bawa Pengalaman Jadi Paskibraka Nasional

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:13 WIB

 

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala
menyambut kepulangan anggota Paskibraka Nasional
asal Kabupaten Sintang.(RISKA /PONTIANAK POST)
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyambut kepulangan anggota Paskibraka Nasional asal Kabupaten Sintang.(RISKA /PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Pengalaman 40 hari di Jakarta menjadi bekal berharga bagi Mirza Rafi Navazani setelah menuntaskan tugas sebagai anggota Paskibraka Nasional dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pelajar SMAN 1 Sintang itu kembali ke daerah bersama dua anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Barat, Muhamad Dzaki Raiha Nur dari MAN 1 Sintang dan Chelly Spania Pielda dari SMA Negeri 3 Sintang, Rabu (26/8). 

Selama berada di Jakarta, Mirza tidak hanya menjalani latihan intensif. Ia juga mengikuti kegiatan pembelajaran serta kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Menurut Mirza, pertemuan dengan pelajar dari berbagai daerah menjadi salah satu pengalaman paling berkesan. Perbedaan latar belakang dan karakter membuatnya mendapat banyak wawasan baru.

 Baca Juga: Sintang Dorong Produk Unggulan Daerah Berbasis Bahan Baku Lokal, Potensi Alam Jadi Bernilai Ekonomi

“Saya bertemu teman-teman dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan latar belakang dan sifat membuat saya belajar banyak hal. Dari sana, wawasan serta rasa nasionalisme saya semakin bertambah,” ujar Mirza.

Persiapan sebagai anggota Paskibraka Nasional juga menuntut kedisiplinan tinggi. Ia menjalani latihan tempo dan baris-berbaris selama sekitar dua pekan sebelum dipercaya menjalankan tugas sebagai pembentang bendera Merah Putih.

“Latihannya cukup panjang dan menguras tenaga. Saya juga mendapat kesempatan melihat langsung bendera Merah Putih yang dijahit Ibu Fatmawati. Ketika dipercaya menjadi pembentang, saya berusaha menjalankan tugas sebaik mungkin,” ceritanya.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan keberhasilan ketiga pelajar tersebut menunjukkan bahwa kesempatan harus diberikan berdasarkan kemampuan, bukan latar belakang keluarga maupun kelompok.

Baca Juga: Jalan Menuju Buluh Kuning Sintang Akan Dibangun Lewat DBH, Ekonomi Warga Diharapkan Bergerak

“Sejak seleksi awal saya sudah meminta agar yang dilihat adalah kelayakan dan kemampuan. Jangan membatasi berdasarkan silsilah, agama, suku atau kelompok,” kata Bala.

Ia juga mengingatkan ketiganya agar tidak menjadikan prestasi sebagai alasan untuk bersikap angkuh.

“Prestasi ini tidak mudah diraih. Karena itu, jangan sampai keberhasilan justru membuat kalian sombong. Tetap rendah hati dan gunakan pengalaman ini untuk membuka jalan ke jenjang berikutnya,” pesannya.

Bala memastikan pemerintah daerah siap membantu jika ketiganya membutuhkan dukungan administratif untuk melanjutkan pendidikan.

“Kalau nanti membutuhkan tanda tangan atau dukungan untuk kuliah, saya siap membantu,” pungkasnya. (nda)

Editor : Miftakhair
paskibraka 2026 SMAN 1 Sintang Mirza Rafi Navazani sintang paskibraka nasional