PONTIANAK POST - Keberhasilan pelajar asal Kabupaten Sintang menembus jajaran Paskibraka tingkat nasional dan Provinsi Kalimantan Barat tidak diraih secara instan. Mereka harus melewati rangkaian seleksi berlapis di tingkat kabupaten, sebelum menjalani pembekalan, karantina hingga pendidikan dan pelatihan intensif di tingkat yang lebih tinggi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi mengatakan proses panjang tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan fisik, mental, kedisiplinan dan kemampuan para calon Paskibraka.
“Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Ada kerja keras, kedisiplinan dan ketekunan yang mereka jalani sejak proses seleksi di daerah hingga mengikuti pembinaan di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Abdul Syufriadi.
Baca Juga: 40 Hari di Jakarta, Mirza Rafi Pulang ke Sintang Bawa Pengalaman Jadi Paskibraka Nasional
Ia menyebut pengalaman selama menjadi Paskibraka seharusnya tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun karakter sekaligus mengambil peran positif di lingkungan masing-masing.
Abdul berharap para anggota Paskibraka mampu membawa nilai kedisiplinan yang diperoleh selama pelatihan ke kehidupan sehari-hari. Mereka juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelajar lain dalam menerapkan sikap tanggung jawab dan semangat kebangsaan.
“Jadikan pengalaman ini sebagai modal untuk terus berkarya dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya,” pintanya.
Selain keterampilan dan kedisiplinan, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai Pancasila serta wawasan kebangsaan. Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibraka seharusnya membentuk sikap yang lebih matang dalam menghadapi tantangan setelah kembali ke sekolah dan lingkungan masyarakat.
Baca Juga: Sintang Dorong Produk Unggulan Daerah Berbasis Bahan Baku Lokal, Potensi Alam Jadi Bernilai Ekonomi
“Nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan jangan hanya dipahami selama mengikuti pendidikan Paskibraka. Keduanya harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” ungap Abdul.
Abdul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan para anggota Paskibraka. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pemacu bagi pelajar Sintang lainnya untuk berani mengikuti berbagai kesempatan pengembangan diri.
"Kembalinya mereka ke Sintang, bukan menjadi akhir perjalanan. Pengalaman yang diperoleh selama menjalani pembinaan di tingkat provinsi dan nasional justru menjadi awal untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat," tutupnya. (nda)
Editor : Miftakhair