TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Kalbar, Respons Cepat dan Teknologi Jadi Kunci

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:22 WIB
Penyuluhan pencegahan kebakaran hutan terpadu yang digelar Kodim 1205 Sintang di Pendopo Wakil Bupati Sintang. (RISKA / PONTIANAK POST)
Penyuluhan pencegahan kebakaran hutan terpadu yang digelar Kodim 1205 Sintang di Pendopo Wakil Bupati Sintang. (RISKA / PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tidak cukup mengandalkan pemadaman ketika api sudah meluas. Kesiapan personel, peralatan, koordinasi hingga penggunaan teknologi menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung mengatakan, TNI telah mengerahkan personel dari berbagai wilayah untuk membantu penanganan karhutla di Kalbar. Kehadiran prajurit tersebut diarahkan agar respons terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat.

“Ada banyak perwira dan prajurit TNI dari berbagai wilayah yang datang ke Kalbar. Tujuannya agar penanggulangan karhutla bisa dilakukan dengan cepat,” kata Parlindungan dalam penyuluhan pencegahan kebakaran hutan terpadu yang digelar Kodim 1205 Sintang di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Jum'at (28/8).

Baca Juga: Kapolres Kapuas Hulu Minta Warga Aktif Cegah Karhutla, Laporkan Titik Api ke 110

Menurut dia, tugas personel di lapangan tidak hanya berkaitan dengan pemadaman. Edukasi kepada masyarakat dan upaya pencegahan menjadi langkah awal yang harus diperkuat. Apabila kebakaran tetap terjadi, penanganannya perlu dilanjutkan dengan langkah penegakan hukum sesuai ketentuan.

Parlindungan menyebut kesiapan menghadapi karhutla harus dibangun sebelum kebakaran terjadi. Personel dan peralatan perlu dipastikan dalam kondisi siap sehingga tidak terjadi keterlambatan ketika laporan kebakaran masuk.

Selain kesiapan sumber daya, koordinasi antarlembaga juga menjadi faktor penting. Menurutnya, penanganan karhutla akan sulit berjalan efektif apabila masing-masing pihak bekerja dengan cara sendiri-sendiri.

Ia juga meminta pengelolaan informasi karhutla dilakukan melalui satu basis data. Keseragaman data diperlukan agar keputusan di lapangan tidak terganggu oleh perbedaan informasi antarinstansi.

Ia mengungkapkan penanganan karhutla diarahkan pada sistem terpadu yang mencakup pencegahan, kesiapsiagaan, pemanfaatan teknologi, tata kelola serta operasi di lapangan.

"Pendekatan tersebut diharapkan membuat respons terhadap kebakaran lebih cepat sekaligus memperkuat upaya mencegah munculnya titik api baru," tutupnya. (nda)

 

Editor : Hanif
sintang karhutla kalbar kebakaran hutan dan lahan pencegahan karhutla TNI