Forikan Kalbar Tekankan Pentingnya Anak Makan Ikan dan Terapkan Pola Gizi Seimbang

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kalbar, Erlina Norsan dan Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar Donata Dirasig Krisantus Kurniawan sedang berinteraksi dengan anak-anak saat kunjungan kerja ke Kabupaten Landak. (Adpim Pemprov Kalbar)
Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kalbar, Erlina Norsan dan Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar Donata Dirasig Krisantus Kurniawan sedang berinteraksi dengan anak-anak saat kunjungan kerja ke Kabupaten Landak. (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST — Kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi perlu dibangun sejak usia dini, termasuk membiasakan anak makan ikan sebagai sumber protein untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Norsan, mengatakan keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk pola makan anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu ditanamkan melalui contoh dan keteladanan sejak anak masih berada pada usia dini.

“Mari kita biasakan anak-anak kita untuk makan makanan yang sehat, bergizi, dan salah satunya adalah ikan,” ujar Erlina saat kegiatan Bunda PAUD dan Forikan di Aula Kantor Bupati Landak, Jumat (28/8).

Baca Juga: Forikan dan Bunda PAUD Kalbar Bersinergi Tingkatkan Gizi Anak melalui Gerakan Gemar Makan Ikan

Erlina mengatakan ikan merupakan salah satu sumber protein dan gizi yang baik bagi anak. Konsumsi ikan yang dibiasakan sejak dini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan kecerdasan anak.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola konsumsi B2SA, yakni Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman. Pola tersebut diperlukan karena kebutuhan nutrisi tubuh tidak dapat dipenuhi hanya dari satu jenis makanan.

“Pentingnya pola konsumsi B2SA karena tubuh kita memerlukan berbagai jenis zat gizi atau nutrisi yang tidak dapat dipenuhi hanya dari satu jenis makanan,” katanya.

Menurut Erlina, kebutuhan gizi anak mencakup berbagai unsur, mulai dari karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan dan perkembangan, hingga vitamin dan mineral yang diperoleh dari sayur dan buah.

Baca Juga: Cegah Risiko Stroke, Ini 8 Makanan yang Direkomendasikan Ahli Gizi

Penerapan pola makan B2SA juga dinilai dapat membantu mencegah berbagai persoalan kesehatan akibat pola konsumsi yang tidak seimbang, seperti kekurangan gizi, stunting, obesitas, diabetes, gangguan ginjal, hingga penyakit jantung.

Karena itu, Erlina meminta orang tua tidak hanya memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga memastikan keberagaman dan keseimbangan gizinya. Selain pola makan, Erlina mendorong keluarga menanamkan kebiasaan hidup sehat lainnya kepada anak melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

“Kebiasaan-kebiasaan baik tersebut harus kita tanamkan sejak dini melalui contoh dan keteladanan dari lingkungan terdekat anak, terutama keluarga dan sekolah,” ujarnya.

Ia menilai pembentukan kebiasaan sehat tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar harus berjalan bersama agar anak memperoleh pola pengasuhan dan pendidikan yang mendukung tumbuh kembangnya.

Erlina juga mengajak masyarakat di Kabupaten Landak untuk semakin mengenalkan ikan kepada anak melalui gerakan Gemarikan. Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan perlu menjadi bagian dari kebiasaan keluarga sehari-hari, bukan sekadar dilakukan dalam kegiatan tertentu.

“Mari kita biasakan anak-anak kita untuk makan makanan yang sehat, bergizi, dan salah satunya adalah ikan. Tetaplah menjadi anak-anak yang ceria, sehat, rajin belajar, sayang kepada orang tua dan guru, serta terus melakukan kebiasaan-kebiasaan baik setiap hari,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Erlina yang juga Ketua TP PKK Provinsi Kalbar meminta Bunda PAUD, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua bersama-sama memastikan anak mendapatkan lingkungan tumbuh yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan mereka.

“Setiap anak adalah istimewa, setiap anak memiliki potensi, dan setiap anak berhak tumbuh menjadi anak Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bahagia,” pungkasnya. (mse)

Editor : Hanif
Forikan Kalbar konsumsi ikan gizi anak PAUD gemarikan