Sumur Bor Dibangun di Titik Rawan Karhutla Batu Buil, Pasokan Air untuk Pemadaman Dipersingkat

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 11:40 WIB

 

Dalam upaya mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kodim 1205/Sintang membangun sumur bor di wilayah Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing.(ISTIMEWA)
Dalam upaya mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kodim 1205/Sintang membangun sumur bor di wilayah Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing.(ISTIMEWA)

PONTIANAK POST  - Keterbatasan sumber air menjadi satu diantara kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan. Kondisi tersebut mendorong Kodim 1205/Sintang membangun sumur bor di Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing, untuk mempercepat pasokan air saat pemadaman berlangsung.

Dandim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono mengatakan, sumur bor tersebut dibangun di kawasan yang rawan sekaligus terdampak karhutla. Keberadaan sumber air di sekitar lokasi diharapkan membuat personel lebih mudah memperoleh pasokan ketika api kembali muncul.

“Pembangunan sumur bor ini dilakukan di wilayah yang rawan dan terdampak karhutla. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air dalam mendukung proses pemadaman,” ujar Anggit, Senin (31/8).

 Baca Juga: Berpacu dengan Angin, Tim Karhutla Brimob Jinakkan Api di Sintang

Ia menuturkan, akses terhadap air menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran lahan. Jarak sumber air yang jauh dapat memperlambat proses pemadaman, terutama ketika api muncul di kawasan yang sulit dijangkau.

Oleh karena itu, sumur bor disiapkan sebagai sumber air yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu. Selain menunjang pemadaman, air dari sumur tersebut dapat digunakan untuk membasahi lahan di area yang memiliki potensi terbakar kembali.

“Keberadaan sumber air sangat penting dalam penanganan karhutla. Dengan sumur bor ini, akses terhadap air di sekitar lokasi diharapkan menjadi lebih cepat,” ujarnya.

Anggit menjelaskan, upaya penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Ketersediaan sarana pendukung di wilayah rawan juga perlu dipersiapkan sebagai bagian dari langkah pencegahan.

 Baca Juga: Cegah Karhutla, Pemkab Sintang Rencanakan Pengadaan Ekskavator di Setiap Kecamatan

Sumur bor di Batu Buil nantinya dapat digunakan personel gabungan ketika melakukan pemadaman maupun pembasahan lahan. Dengan pasokan air yang lebih dekat, waktu mobilisasi untuk mendapatkan air diharapkan dapat dipangkas sehingga penanganan api menjadi lebih efektif.

Kodim 1205/Sintang juga menilai penanggulangan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mencegah kebakaran meluas.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Tidak hanya TNI dan Polri, tetapi juga pemerintah, Manggala Agni serta masyarakat,” kata Anggit.

Pembangunan sumur bor tersebut menjadi salah satu langkah kesiapsiagaan di wilayah Kabupaten Sintang yang memiliki potensi karhutla. Selain untuk menghadapi kebakaran, sumber air yang tersedia di lokasi rawan dapat dimanfaatkan untuk upaya pembasahan lahan secara berkala guna mengurangi risiko api kembali muncul. (nda)

Editor : Miftakhair
penanganan karhutla sintang Kodim 1205/Sintang sumur bor karhutla