PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang telah meluas ke 10 dari 14 kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang mencatat sedikitnya 126 lokasi kebakaran tersebar di 50 desa dan kelurahan dengan total area terdampak mencapai 576,5 hektare.
Kepala BPBD Sintang Kusnidar mengatakan sebaran kebakaran menunjukkan penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan besar di tengah kondisi kemarau. Luas area yang terbakar juga membuat kebutuhan personel dan peralatan pemadaman semakin tinggi.
“Dari 14 kecamatan yang ada, kasus karhutla terjadi di 10 kecamatan, 50 desa dan kelurahan, serta 126 lokasi. Total area yang terbakar mencapai 576,5 hektare,” ujar Kusnidar, Selasa (1/9).
Baca Juga: Bupati Sintang Bala Larang Bakar Lahan dan Sampah Saat Kemarau Panjang, Ini Alasannya
Untuk menghadapi kondisi tersebut, sebanyak 150 personel dari berbagai unsur dilibatkan dalam Satgas Karhutla. Mereka disiapkan untuk melakukan pemantauan hingga penanganan kebakaran di sejumlah wilayah yang terdampak. Kusnidar menyebut posko penanganan karhutla juga beroperasi selama 24 jam. Kesiapsiagaan tersebut diperlukan karena lokasi kebakaran tidak selalu memiliki akses langsung terhadap sumber air maupun jalur yang dapat dijangkau kendaraan pemadam.
Satu diantara kendala yang dihadapi petugas adalah keterbatasan selang pemadam dengan jangkauan panjang. BPBD membutuhkan selang sedikitnya satu kilometer untuk mengalirkan air ke titik kebakaran yang berada jauh dari lokasi kendaraan tangki.
“Kami perlu selang minimal satu kilometer. Karena lokasi kebakaran dari titik yang bisa diparkir mobil tangki air mencapai 800 meter,” pintanya.
Kusnidar menyatakan jarak antara kendaraan dan titik api membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan peralatan tambahan. Petugas harus memastikan air dari kendaraan dapat mencapai lokasi kebakaran tanpa mengurangi efektivitas pemadaman. Dengan sebaran mencapai 126 lokasi, kebutuhan peralatan menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan.
Baca Juga: Tiga Langkah Penting Tangani Karhutla Menurut Anggota Komisi B DPRD Sintang
Kusnidar mengatakan kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya kesiapsiagaan sepanjang kemarau. Selain penanganan ketika api muncul, pencegahan dari masyarakat diperlukan agar jumlah lokasi kebakaran tidak terus bertambah. (nda)
Editor : Miftakhair