PONTIANAK POST - Konferensi Daerah (Konferda) X Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Sintang menjadi momentum mengevaluasi program kerja selama lima tahun terakhir sekaligus menyusun agenda organisasi untuk periode berikutnya. Selain evaluasi, Konferda juga menjadi agenda pemilihan ketua dan pengurus baru.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala saat membuka Konferda X GKII Daerah Sintang di GKII Gracia Sintang, Senin (7/9), mengatakan GKII merupakan organisasi besar yang menaungi banyak hamba Tuhan dan ribuan jemaat.
Menurut Bala, kondisi tersebut membutuhkan pemimpin yang mampu menjaga komunikasi dan kebersamaan, baik di internal organisasi maupun dengan pemerintah serta masyarakat.
Baca Juga: Terdampak Asap Karhutla, Warga Sintang Bisa Datang ke Posko Kesehatan untuk Atasi Gangguan Pernapasa
“Perlu seorang pemimpin yang konsisten, mampu berkomunikasi, mengayomi dan memperkuat kebersamaan sesama pendeta, jemaat, pemerintah dan umat lainnya,” kata Bala.
Ia meminta pengurus GKII Daerah Sintang ke depan mengutamakan kebersamaan dalam menentukan kebijakan. Keputusan organisasi, menurutnya, tidak seharusnya diambil secara sepihak agar dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan bersama.
Bala juga menyatakan siap bekerja sama dengan siapa pun yang terpilih memimpin GKII Daerah Sintang. Ia mengingatkan setiap jabatan memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam pelayanan.
Sementara itu, Ketua GKII Daerah Sintang Pdt Marten mengatakan Konferda bukan sekadar forum memilih ketua, tetapi juga kesempatan mengevaluasi capaian organisasi selama satu periode.
Baca Juga: Serapan Anggaran OPD Sintang Masih di Bawah 50 Persen, Pemkab Siapkan Strategi Percepatan Program
“Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyusunan program kerja berikutnya,” kata Marten.
Ia menegaskan kepemimpinan gereja merupakan panggilan pelayanan, terlebih GKII akan memasuki usia 100 tahun pada 2028.
“Menjadi pemimpin itu panggilan untuk kita melayani Tuhan, bukan untuk mencari pekerjaan,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif