Dapur MBG Sintang Sudah Dibangun, Warga Telanjur Pinjam Bank hingga Ratusan Juta

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 09:54 WIB

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

PONTIANAK POST - Sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sintang yang telah selesai dibangun hingga kini belum beroperasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala karena masyarakat telah mengeluarkan modal besar untuk membangun fasilitas tersebut, bahkan sebagian menggunakan pinjaman bank.

Bala mengatakan pembangunan dapur MBG membutuhkan biaya hingga ratusan juta rupiah. Namun, fasilitas yang sudah selesai dibangun belum seluruhnya dimanfaatkan oleh Badan Gizi Nasional karena berbagai kendala.

“Banyak dapur MBG di Sintang yang sudah terbangun, tetapi belum dioperasikan oleh Badan Gizi Nasional karena berbagai penyebab,” ujar Bala, Selasa (8/9).

Baca Juga: Konferda X GKII Sintang Evaluasi Program Lima Tahun dan Siapkan Agenda Kepengurusan Baru

Menurutnya, kondisi tersebut dapat membebani masyarakat yang telah mengeluarkan modal, terutama mereka yang menggunakan pinjaman perbankan.

“Orang Sintang sampai minjam ke bank untuk modal ratusan juta, tapi dapurnya tidak difungsikan,” ujarnya.

Bala berharap persoalan tersebut segera mendapat kejelasan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan masyarakat memiliki kepastian atas usaha mereka.

Selain persoalan dapur MBG, Bala mengingatkan masyarakat mengenai risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kemarau panjang. Ia meminta camat dan kepala desa mengimbau masyarakat untuk sementara tidak melakukan pembakaran lahan.

Baca Juga: Terdampak Asap Karhutla, Warga Sintang Bisa Datang ke Posko Kesehatan untuk Atasi Gangguan Pernapasa

Bala juga meminta masyarakat saling membantu dalam menangani karhutla. Menurutnya, kebakaran membutuhkan kepedulian bersama karena dampaknya dapat meluas ke lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Dan kita semua saling mendukung untuk menangani karhutla ini. Jangan egois,” tukasnya.(nda)

Editor : Hanif
Mbg sintang karhutla dapur MBG badan gizi nasional