PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang mengarahkan pengembangan Produk Unggulan Daerah (PUD) pada pemanfaatan potensi lokal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Strategi tersebut bertujuan menciptakan produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, mengatakan pengembangan produk unggulan berbasis alam telah menjadi bagian dari arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Sintang 2025–2029.
Menurut Kartiyus, produk unggulan tidak hanya dipandang sebagai komoditas yang dijual, tetapi harus mampu meningkatkan nilai ekonomi sumber daya lokal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Dapur MBG Sintang Sudah Dibangun, Warga Telanjur Pinjam Bank hingga Ratusan Juta
“Pengembangan produk unggulan daerah berbasis alam merupakan bagian dari arah pembangunan Kabupaten Sintang,” ujar Kartiyus di Sintang.
Ia menjelaskan kebijakan tersebut berkaitan dengan pemerataan ekonomi melalui kemudahan investasi, pengembangan produk lokal, pengendalian inflasi, menjaga ketersediaan pangan, serta meningkatkan pendapatan daerah.
Selain meningkatkan nilai ekonomi, Pemkab Sintang menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengembangan PUD. Pemanfaatan sumber daya alam harus memperhatikan daya dukung lingkungan agar kegiatan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian alam.
Kartiyus mengatakan pendekatan ekonomi hijau menjadi salah satu landasan dalam pengembangan produk daerah. Aktivitas ekonomi diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Konferda X GKII Sintang Evaluasi Program Lima Tahun dan Siapkan Agenda Kepengurusan Baru
“Pengembangan PUD juga diarahkan pada konsep ekonomi hijau, yaitu mendorong aktivitas ekonomi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” katanya.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari pembangunan daerah yang selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (nda)
Editor : Hanif