PONTIANAK POST – Sebanyak 379 siswa SMAN 1 Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, diarahkan menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lingkungan masing-masing. Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI Wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P, ST, MM, saat memberikan penyuluhan kepada siswa SMAN 1 Kayan Hilir.
Menurut Sapta, generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla. Keterlibatan tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan menumbuhkan kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan.
Ia berharap siswa mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan menyampaikannya kepada keluarga maupun masyarakat sekitar. Dengan demikian, generasi muda dapat menjadi agen yang turut meningkatkan kewaspadaan terhadap Karhutla.
Baca Juga: Retribusi Kebersihan Sintang Kini Dibayar Lewat Perumdam, Tarif Rp1.000 Jadi Sorotan Utama
“Keterlibatan generasi muda dapat dimulai dari penumbuhan kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan dan selanjutnya menjadi agen waspada Karhutla kepada keluarga dan lingkungan,” ujarnya.
Kepala SMAN 1 Kayan Hilir, Helena Dewi Purwanti, S.Pd., menyambut baik penyuluhan tersebut. Ia berharap kehadiran Satgas TNI dapat membuka wawasan siswa mengenai bahaya Karhutla sekaligus memberikan bekal untuk masa depan.
Selain Karhutla, Helena menilai penguatan karakter siswa penting untuk menghadapi bahaya narkoba dan pengaruh modernisasi. Menurutnya, Kayan Hilir merupakan wilayah perlintasan menuju Sintang sehingga perhatian terhadap perkembangan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Penyuluhan tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat diteruskan siswa kepada keluarga dan masyarakat sehingga kesadaran menjaga lingkungan serta mencegah Karhutla semakin luas. (nda)
Editor : Miftahul Khair