PONTIANAK POST - Persoalan sampah di Kota Sintang semakin membutuhkan keterlibatan masyarakat. Tingginya jumlah penduduk berbanding lurus dengan produksi sampah, sehingga kebersihan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan persoalan tersebut harus ditangani melalui kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, gerakan menjaga kebersihan tidak semestinya muncul hanya karena adanya instruksi pemerintah pusat.
“Oleh sebab itu perlu kepedulian kita semua. Terlepas dari ini instruksi dari atas, instruksi dari presiden, sebetulnya tanpa instruksi beliau pun, kita semestinya ini sudah kewajiban kita,” Bala di Sintang kemarin.
Baca Juga: Karhutla Masih Terjadi, 30 Personel Brimob Dikerahkan Perkuat Penanganan di Sintang
Ia mengajak masyarakat membangun kebiasaan membersihkan lingkungan secara rutin. Kegiatan gotong royong dapat dilakukan sedikitnya sekali dalam sepekan, tanpa harus selalu dikemas dalam kegiatan bersama yang bersifat formal. Bala juga meminta keterlibatan aparatur pemerintah, TNI, Polri hingga perangkat kelurahan dan RT untuk memberi contoh kepada masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendorong warga melakukan langkah serupa di lingkungan masing-masing.
Namun, ia mengingatkan masyarakat yang belum mampu terlibat dalam kegiatan membersihkan lingkungan agar setidaknya tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalaupun kalian belum bisa ikut mengumpulkan sampah, paling tidak kalian jangan menjadi pembuang sampah sembarangan,” tegas Bala.
Selain membersihkan lingkungan, masyarakat diminta memperhatikan waktu dan lokasi pembuangan sampah serta melakukan pemilahan. Menurut Bala, kebiasaan tersebut penting untuk mencegah sampah berkembang menjadi persoalan kesehatan. Kelurahan dan ketua RT juga diminta menyampaikan pesan kebersihan kepada warga.
Baca Juga: Retribusi Kebersihan Sintang Masuk Tagihan Perumdam, Tarif Mulai Rp5.000
“Kita saling menjaga dan membuang sampah pada jam dan tempatnya, memilah sampah agar sampah tidak menjadi masalah kesehatan bagi kita,” katanya. (nda)
Editor : Miftahul Khair