Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Sintang Siapkan 88 Ton Stok Beras hingga Petakan Desa Terisolir

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:01 WIB
Pemkab Sintang menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari memastikan stok beras hingga memetakan desa yang masih kesulitan akses jalan dan air bersih.(RISKA / PONTIANAK POST)
Pemkab Sintang menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari memastikan stok beras hingga memetakan desa yang masih kesulitan akses jalan dan air bersih.(RISKA / PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST  - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sintang mulai menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu hasil pertanian dan ketersediaan pangan masyarakat. Pemkab Sintang menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari memastikan stok beras hingga memetakan desa yang masih kesulitan akses jalan dan air bersih.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan kondisi kemarau perlu diantisipasi agar dampaknya terhadap petani dan produksi pangan tidak semakin besar. Pemerintah daerah, kata dia, perlu menyiapkan kebijakan yang dapat membantu masyarakat menghadapi risiko gagal panen.

“Pemkab Sintang harus mengambil kebijakan dalam rangka membantu masyarakat yang bertani supaya dampaknya bisa diminimalisir,” ujar Bala, Rabu (16/9).

 Baca Juga: Kemarau Panjang Hambat Angkutan CPO dari Sintang ke Pontianak, Petani Sawit Ikut Terdampak

Menurut Bala, persoalan yang muncul akibat kemarau tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian. Ketersediaan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat juga harus menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.

Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyebut stok beras yang tersedia saat ini mencapai 88 ton. Jumlah tersebut disebut masih mencukupi kebutuhan Kabupaten Sintang, namun pemerintah daerah tetap perlu menghitung kebutuhan secara lebih terukur untuk menghadapi kondisi serupa.

“Saya minta Dinas Ketahanan Pangan untuk menghitung kebutuhan beras seluruh warga Kabupaten Sintang per tahun. Sehingga kita selalu siapkan stok yang cukup,” kata Ronny.

Selain pangan, Ronny meminta Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman melakukan pemetaan terhadap desa yang belum memiliki akses jalan darat memadai. Data tersebut diperlukan untuk memastikan distribusi sembako dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses.

 Baca Juga: Dua Hektare Lahan Terbakar di Sintang, Petugas Waspadai Bara Api Kembali Muncul

“Desa apa saja yang belum ada jalan darat dalam rangka distribusi Sembako, desa apa saja belum memiliki akses air bersih di saat kemarau ini,” ungkapnya.  (nda)

Editor : Miftahul Khair
Gregorius Herkulanus Bala Stok Beras Pemkab Sintang Florensius Ronny kemarau panjang