PONTIANAK POST - Hujan yang mulai diperkirakan turun pada Oktober belum tentu segera memulihkan debit sungai di Kabupaten Sintang. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi distribusi komoditas melalui jalur sungai, termasuk masuknya ponton pengangkut crude palm oil (CPO) dan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar, mengatakan peningkatan curah hujan memang dapat membantu mengatasi sebagian dampak kekeringan, terutama untuk kebutuhan air bersih dan keberlangsungan tanaman. Namun, hujan dengan intensitas tertentu belum otomatis membuat ketinggian air sungai kembali normal.
“Kalaupun Oktober sudah ada hujan, belum tentu langsung menaikkan debit air sungai dan ponton CPO belum bisa masuk,” ujar Kusnidar, Rabu (23/9).
Baca Juga: Wabup Sintang Ingatkan BPD Tetap Profesional Awasi APBDes, Jangan Luluh karena Kedekatan
Kusnidar menuturkan kondisi muka air sungai yang rendah diperkirakan masih dapat berlangsung hingga akhir tahun. Karena itu, pemulihan jalur transportasi sungai tidak dapat hanya bergantung pada datangnya hujan dalam waktu singkat. Kusnidar menjelaskan, hujan tetap memiliki manfaat penting dalam mengurangi tekanan akibat kekeringan. Selain membantu menyelamatkan tanaman yang terdampak kekurangan air, curah hujan juga dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Namun, persoalan rendahnya debit sungai memiliki dampak yang berbeda sehingga membutuhkan waktu lebih panjang untuk pulih.
“Ada curah hujan memang membantu menyelamatkan tanaman dan memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi belum tentu langsung menyelesaikan persoalan CPO dan BBM,” jelasnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair