Pelajar 14 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Tenggelam di Sungai Kapuas Sintang

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:34 WIB
Tim gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelam di perairan Sungai Kapuas, Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Jumat (25/9/2026). (Humas Polri)
Tim gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelam di perairan Sungai Kapuas, Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Jumat (25/9/2026). (Humas Polri)

 

PONTIANAK POST — Tim gabungan menemukan pelajar berinisial P, 14 tahun, yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Kapuas, Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, setelah tim melakukan pencarian dan penyisiran sejak pagi.

Sebelum pencarian dimulai, personel gabungan mengikuti apel sekitar pukul 07.30 WIB untuk menerima pengarahan teknis. Pencarian kemudian dipusatkan di sekitar lokasi awal korban dilaporkan tenggelam mulai pukul 08.30 WIB.

Tim menyisir aliran Sungai Kapuas ke arah hilir hingga wilayah RT 04 Sungai Kapar, Dusun Sungai Lais, Desa Nanga Sepauk.

Korban ditemukan dalam posisi telungkup dengan jarak sekitar 5 kilometer dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.

Baca Juga: Remaja Tewas Tenggelam Saat Sungai Kapuas Surut dan Dangkal Akibat El Nino

Korban Dievakuasi ke Puskesmas

Setelah ditemukan, korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kecamatan Sepauk sekitar pukul 10.15 WIB untuk menjalani pemeriksaan Visum et Repertum.

Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Sepauk. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah disemayamkan di Yayasan Gotong Royong Kecamatan Sepauk untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.

Penemuan korban mengakhiri proses pencarian yang dilakukan tim gabungan sejak laporan kejadian diterima.

Polsek Sepauk bersama pihak terkait juga akan mendorong upaya pencegahan melalui edukasi keselamatan saat beraktivitas di sungai serta koordinasi dengan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kapuas dan Sungai Sepauk.

Tenggelam Saat Berenang Bersama Teman

Sebelumnya, seorang pelajar SMP dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di kawasan muara pertemuan Sungai Sepauk dan Sungai Kapuas, Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kamis (24/9/2026).

Korban diketahui berinisial P, pelajar kelas VIII SMP. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat korban bersama sejumlah temannya bermain dan berenang di kawasan pasir musiman di sekitar Tanjung Desa Nanga Sepauk.

Sekitar pukul 13.00 WIB, korban bersama tiga orang temannya meminta izin kepada orang tua untuk bermain di kawasan tersebut. Saat sedang berenang, korban bersama teman-temannya terbawa arus sungai.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan tiga orang, sementara korban masih belum ditemukan.

Menerima informasi tersebut, personel Polsek Sepauk bersama unsur terkait langsung melakukan pencarian. Operasi SAR melibatkan Polairud Polres Sintang, Basarnas Kabupaten Sintang, Polsek Sepauk, pemerintah kecamatan, serta relawan masyarakat.

Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si. turut hadir memantau langsung proses pencarian bersama Kasat Polairud IPTU Sutarji, Camat Sepauk Maryono, S.STP., dan Kapolsek Sepauk IPTU Abdul Hadi, S.H., M.H.

Baca Juga: Warga Lakukan Penyelaman, Korban Tenggelam di Sungai Obak Sanggau Ditemukan Meninggal

Pencarian Dilanjutkan hingga Jumat Pagi

Tim gabungan memusatkan pencarian di sekitar lokasi korban pertama kali dilaporkan tenggelam, yakni di muara pertemuan Sungai Sepauk dan Sungai Kapuas.

Pencarian dilakukan menggunakan perahu motor milik Basarnas dan perahu masyarakat, serta menyusuri kawasan sekitar sungai.

Operasi pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 23.35 WIB. Karena kondisi sudah gelap, arus sungai cukup deras dan situasi tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian secara optimal, operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Jumat (25/9/2026) pagi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui tidak dapat berenang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menjadi perhatian tim dalam proses pencarian dan penanganan kejadian.

Pihak kepolisian bersama Basarnas dan unsur terkait juga telah berkoordinasi dengan desa-desa yang berada di sepanjang hilir Sungai Kapuas untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus menjauh dari lokasi awal kejadian.

Pada musim kemarau, sebagian kawasan Sungai Kapuas di Kecamatan Sepauk mengalami penurunan debit air dan muncul hamparan pasir yang kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi rekreasi musiman.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar sungai. Petugas juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai, terlebih saat kondisi arus dan kedalaman air berubah.

Editor : Uray Ronald
Sumber : Humas Polri
Sungai Kapuas Sintang pelajar tenggelam Sungai Kapuas Sintang pelajar 14 tahun tenggelam korban tenggelam Nanga Sepauk