PONTIANAK POST — Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Sintang meluber hingga badan jalan, menghambat mobilitas warga dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. Pemerintah daerah mulai mengatur pembukaan SPBU secara serempak pukul 07.00 WIB untuk membagi antrean, sementara wacana pembatasan pengisian melalui sistem ganjil-genap belum diputuskan.
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengatakan, pemerintah masih membahas mekanisme dan teknis penerapan ganjil-genap. Masyarakat akan mendapat pengumuman resmi apabila kebijakan tersebut diputuskan untuk diberlakukan.
“Itu masih kita diskusikan. Jadi akan ada pengumuman resmi nanti,” ujar Ronny, Rabu (30/9).
Menurutnya, informasi mengenai ketentuan pengisian BBM perlu disampaikan terlebih dahulu agar masyarakat dapat menyesuaikan waktu maupun kendaraan yang digunakan. Pemerintah juga menyiapkan penyampaian informasi melalui baliho.
“Nanti ada baliho-baliho yang akan dipasang setelah keputusan itu diberlakukan,” katanya.
Wacana ganjil-genap muncul di tengah antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah SPBU. Dampaknya tidak hanya dirasakan warga yang hendak membeli BBM, tetapi juga pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi pengisian.
Untuk mengurai kepadatan, pemerintah daerah bersama pihak terkait telah mengatur pembukaan seluruh SPBU secara bersamaan mulai pukul 07.00 WIB. Ronny mengatakan, langkah tersebut membuat kendaraan yang hendak mengisi BBM lebih tersebar.
“Hari ini kita keliling-keliling untuk memonitor pengisian BBM, khususnya Pertalite yang ada di Kabupaten Sintang,” kata Ronny.
Berdasarkan pemantauan tersebut, ia menilai pembukaan SPBU secara serempak membantu mengurangi penumpukan kendaraan pada satu lokasi.
“Dengan dibukanya serempak pukul 07.00 pagi semua SPBU buka, Alhamdulillah antrean BBM itu terbagi, jadi tidak ada yang menumpuk di satu titik,” jelasnya.
Pemerintah daerah masih mengevaluasi kondisi di lapangan untuk menentukan langkah berikutnya. Pengaturan waktu pembukaan SPBU menjadi salah satu upaya yang sudah berjalan, sedangkan rencana lainnya masih disiapkan.
“Ke depan akan ada beberapa inovasi lagi. Mudah-mudahan ini juga dapat mengurangi antrean BBM di Kabupaten Sintang,” ujar Ronny.
Di tengah upaya mengurai antrean tersebut, kepolisian memantau penyaluran BBM dari Pertamina Patra Niaga, sekaligus mengantisipasi gangguan lalu lintas di sekitar SPBU. Perhatian terutama diarahkan pada antrean kendaraan yang mulai memenuhi badan jalan.
Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno mengatakan, personel turun langsung untuk memastikan situasi tetap terkendali di tengah keterbatasan pasokan BBM yang terjadi belakangan ini.
“Kami turun langsung untuk memastikan situasi di lapangan, khususnya terkait proses penyaluran BBM kepada masyarakat,” ujar Budi, Rabu (30/9).
Selain memantau antrean, kepolisian mengawasi proses distribusi untuk mencegah potensi penyalahgunaan. Pengawasan dilakukan bersamaan dengan pemantauan dampak kepadatan kendaraan terhadap pengguna jalan lainnya.
“Kami juga mengantisipasi adanya potensi penyalahgunaan maupun hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran distribusi BBM,” katanya.
Budi menegaskan, personel akan melakukan pengaturan lalu lintas apabila antrean kendaraan meluas dan mengganggu arus kendaraan. Langkah itu diperlukan agar akses jalan tetap dapat digunakan masyarakat meski terjadi kepadatan di sekitar SPBU. (nda)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro