KBP3A Sintang Dorong Guru BK Perkuat Pencegahan Kekerasan Anak Lewat Kolaborasi dengan Keluarga

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:46 WIB
Edy Harmaeni.
Edy Harmaeni.

PONTIANAK POST - Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sintang Edy Harmaeni mengatakan, guru BK memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan peserta didik. Peran mereka tidak sebatas membantu persoalan akademik, tetapi juga mengidentifikasi masalah sosial dan perilaku yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

“Maksud kami membangun dan menyamakan persepsi dalam menangani permasalahan peserta didik secara terpadu, sekaligus menyelaraskan dan mengoptimalkan peran strategis guru BK,” kata Edy.

Dinas KBP3A Sintang mendorong guru BK membangun koordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga ketika menemukan indikasi permasalahan pada siswa. Komunikasi yang terbuka dinilai dapat membantu menentukan langkah pendampingan sesuai kebutuhan anak.

Baca Juga: Fatayat NU Ketapang Dilantik, Pemkab Dorong Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

“Dengan kegiatan ini kami berharap bisa menekan terjadinya kasus kekerasan terhadap anak, anak berhadapan dengan hukum dan perkawinan anak,” ujarnya.

Edy menegaskan pendekatan kolaboratif perlu menjadi bagian penting dalam penanganan kasus anak di sekolah. Guru BK diharapkan dapat berperan sebagai mitra orang tua, bukan hanya ketika persoalan muncul, tetapi juga dalam upaya pencegahan. (nda)

Editor : Miftahul Khair
Edy Harmaeni Guru BK Sintang KBP3A Sintang pencegahan kekerasan anak perlindungan anak