PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang mendorong kerja sama lintas sektor untuk memperkuat perlindungan anak, terutama dalam mencegah kekerasan terhadap anak, anak berhadapan dengan hukum, serta perkawinan anak.
Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Asmidi, mengatakan pola asuh keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang mengancam anak di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Menurutnya, anak membutuhkan pola pengasuhan yang menggabungkan komunikasi, pemahaman, pendampingan dan ketegasan. Pendekatan yang hanya mengandalkan tuntutan dan hukuman dinilai dapat menghambat perkembangan anak.
Baca Juga: 20 Veteran dan 20 Anak Yatim Bertemu dalam Ruang Apresiasi Pejuang di Pontianak
“Kita perlu menghindari pola pengasuhan yang berorientasi pada tuntutan dan hukuman. Anak harus diberi ruang untuk berani bertanya, mengemukakan pendapat, belajar dari kesalahan dan bertanggung jawab atas pilihannya,” ujar Asmidi, Rabu (7/10).
Ia menyebut perkembangan teknologi membuat anak semakin mudah terpapar berbagai informasi dan pengaruh dari luar lingkungan keluarga. Karena itu, peran orang tua, guru dan tokoh agama tidak cukup hanya mengawasi, tetapi juga mendampingi anak memahami persoalan yang dihadapinya.
“Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, tantangan pengasuhan anak semakin kompleks. Pendampingan orang tua maupun guru agama menjadi sangat penting,” tuturnya.
Asmidi menjelaskan, pengasuhan yang kuat perlu dibangun melalui tiga aspek yang saling berkaitan, yakni fondasi spiritual, pembentukan karakter dan integritas, serta kesehatan mental dan emosional.
Menurutnya, pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab menciptakan ekosistem yang ramah dan aman bagi anak melalui kebijakan, program penguatan keluarga, pendidikan serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan perlindungan anak.
“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Perlindungan anak membutuhkan sinergi keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif