PONTIANAK POST - Ambisi Apple untuk menguasai pasar ponsel lipat lewat iPhone Fold (atau yang mungkin disebut iPhone Ultra) kini dibayangi kekhawatiran besar akan kegagalan.
Meski banyak analis memprediksi kesuksesan instan, realita di lapangan menunjukkan bahwa Apple harus berjuang ekstra keras agar perangkat ini tidak berakhir tragis seperti seri iPhone Mini atau iPhone Plus yang kurang laku di pasaran.
Salah satu tantangan terbesar datang dari kesuksesan mengejutkan Huawei Pura X di pasar Tiongkok.
Baca Juga: Bocoran iPhone 18 Pro Max: Lebih Tebal & Berat, Baterai Tembus 5.200 mAh!
Keberhasilan Huawei dalam mengadaptasi perangkat lunak dan pengalaman pengguna yang mulus pada desain layar lebar menjadi tolok ukur yang sangat tinggi bagi Apple.
Apalagi, Huawei dijadwalkan akan meluncurkan Pura X Max pada 20 April 2026, yang diprediksi akan mencuri start desain ponsel lipat horizontal dengan rasio layar 16:10 sebelum Apple sempat merilis produknya.
Menurut laporan MacRumors, iPhone Fold diprediksi akan dibanderol dengan harga yang sangat fantastis, yakni mulai dari Rp34,2 juta hingga mencapai Rp49,6 juta untuk varian tertinggi.
Harga yang setara dengan motor sport ini membuat banyak pihak meragukan apakah konsumen umum bersedia merogoh kocek sedalam itu hanya untuk sebuah desain layar lipat yang masih dianggap eksperimental.
Baca Juga: iPhone 17 Resmi Meluncur, Indonesia Tunggu Restu TKDN
Kabar buruk lainnya datang dari sisi produksi.
Produksi massal iPhone Fold dilaporkan mengalami penundaan dari jadwal awal Juni menjadi Agustus 2026 akibat kendala rantai pasokan.
Penundaan ini berpotensi menyebabkan kelangkaan unit saat peluncuran resminya yang dijadwalkan bersamaan dengan iPhone 18 Pro pada musim gugur mendatang.
Apple harus memastikan bahwa keterlambatan ini tidak merusak momentum peluncuran yang sudah sangat dinantikan.
Selain masalah perangkat keras, sektor perangkat lunak juga menjadi sorotan tajam.
Apple diharapkan mampu menghadirkan iOS 27 yang jauh lebih stabil dibandingkan pendahulunya, iOS 26, yang sempat menuai banyak kritik.
Baca Juga: Malam Ini! iPhone 17 Resmi Dirilis, Ini Fitur Baru dan Harganya di Indonesia
iOS 27 harus mampu mengadaptasi antarmuka pengguna (UI) secara sempurna untuk layar internal 7,8 inci agar memberikan pengalaman layaknya iPad, namun tetap nyaman digunakan dengan satu tangan saat layar tertutup.
Apple memiliki rekam jejak yang kurang memuaskan saat mencoba masuk ke pasar niche melalui varian baru.
Kegagalan iPhone 13 Mini dan iPhone 16 Plus menjadi bukti bahwa sekadar mengubah bentuk atau ukuran tidak cukup untuk menjamin kesuksesan jangka panjang.
Baca Juga: Sertifikat TKDN Terbit, iPhone 16 Segera Dijual di Indonesia
Pengamat industri, Ilia Temelkov, menilai bahwa iPhone Fold bisa saja bernasib sama hanya menjadi produk koleksi bagi penggemar fanatik jika Apple tidak mampu menekan harga atau memberikan fitur yang benar-benar revolusioner.
Keberadaan logo Apple memang memberikan daya tarik tersendiri secara global.
Namun, di tengah gempuran inovasi dari pesaing seperti Samsung dengan Galaxy Z Fold 7-nya dan dominasi Huawei di Asia, Apple tidak bisa lagi hanya mengandalkan gengsi merek.(*)
Editor : Budi Miank