PONTIANAK POST - Laptop murah dari Apple kembali menghebohkan pasar. Lewat ulasan kanal YouTube GadgetIn pada (18/4), MacBook Neo disebut sebagai MacBook termurah sepanjang sejarah yang langsung viral dan laris di berbagai negara.
Dengan harga mulai Rp10 jutaan, perangkat ini bahkan disebut berpotensi mengguncang dominasi laptop Windows di kelas menengah.
Viral Global, Sampai Dibatasi Pembelian
Dalam videonya, GadgetIn mengungkap tingginya permintaan terhadap MacBook Neo di pasar internasional.
Baca Juga: Rilis iPhone 18 Tak Lagi Serentak, Ini Alasan Apple Siapkan iPhone Lipat Rp32 Juta Nongol Lebih Dulu
“Barangnya laris manis. Sampai Apple sendiri enggak nyangka bisa sepopuler itu. Di Singapura pun satu orang cuma boleh beli maksimal dua unit,” ujar GadgetIn.
Popularitas ini juga didorong oleh ulasan positif dari reviewer global seperti Marques Brownlee dan Arun Maini.
Harga Rp10 Jutaan
MacBook Neo dijual mulai 599 dolar AS atau sekitar Rp10 jutaan. Bahkan, di beberapa negara tersedia program diskon edukasi yang menurunkan harga hingga kisaran Rp8 jutaan.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Bakal Rilis September Nanti, Terungkap Alasan Kenapa HP Baru Apple Ini Layak Ditunggu
“Kalau bisa di bawah Rp10 juta di Indonesia, ini bisa jadi game changer,” kata GadgetIn.
Namun hingga pertengahan April 2026, harga resmi di Indonesia masih belum diumumkan.
Desain Premium, Tetap ‘Apple Banget’
Meski murah, MacBook Neo tetap membawa desain khas Apple dengan bodi aluminium yang kokoh.
“Justru karena dia murah tapi feel pegangnya tetap asik. Tetap Apple banget rasanya,” ungkap GadgetIn.
Laptop ini juga hadir dalam warna-warna cerah seperti hijau, pink, biru muda, dan indigo yang menyasar segmen pelajar.
Pakai Chip iPhone, Performa Cukup Tapi Terbatas
Berbeda dari MacBook lain, perangkat ini menggunakan chip Apple A18 Pro.
Baca Juga: Apple Konsep Ulang iPhone Air 2, Tambah Kamera yang Bikin HP Tipis Ini Layak Dibeli
Menurut GadgetIn, performanya cukup untuk kebutuhan harian, namun ada batasan untuk pekerjaan berat.
“Buat ukuran laptop budget ini udah bagus, tapi enggak bisa dibilang sangat lancar seperti MacBook Pro,” ujarnya.
Editing 4K Bisa, Tapi Render Lama
Dalam pengujian, MacBook Neo mampu menjalankan editing video 4K. Namun proses rendering memakan waktu cukup lama.
“Rendernya sekitar dua setengah jam. Bisa sih, tapi harus sabar,” kata GadgetIn.
Baca Juga: HP Lipat Akhirnya Menggoda, Samsung, Apple, dan Huawei Ubah Desain Jadi Lebih Fungsional
Meski begitu, laptop tetap stabil dan tidak mudah mengalami freeze meski membuka banyak aplikasi sekaligus.
Banyak Fitur Dipangkas
Untuk menekan harga, Apple mengorbankan beberapa fitur:
- Keyboard tanpa backlit
- Port terbatas tanpa Thunderbolt
- Bezel layar lebih tebal
- RAM hanya 8GB
“Kelemahan-kelemahan itu kayak ketutupin sama keunggulannya yang menyeramkan,” ujar GadgetIn.
Speaker dan Trackpad Jadi Nilai Plus
Salah satu keunggulan utama MacBook Neo ada pada kualitas audio dan input.
“Speakernya enggak ada lawan. Windows mana yang 10 juta yang bisa kayak gini?” katanya.
Selain itu, keyboard dan trackpad juga dinilai sangat nyaman dan presisi untuk penggunaan sehari-hari.
Baca Juga: Desain Aneh iPhone Ultra Terbongkar, Tipis Banget, Hilang Face ID, Diganti Tombol Kamera
Layak Dibeli atau Tidak?
GadgetIn menilai MacBook Neo tetap menarik di harga Rp10 jutaan, namun mulai kurang menarik jika harganya naik terlalu tinggi.
“Kalau di bawah 10 juta, ini selesai. Susah banget cari laptop selengkap ini,” ujarnya.
Namun ia juga menyarankan untuk mempertimbangkan MacBook Air dengan chip M-series jika selisih harga tidak terlalu jauh.
Baca Juga: Bocoran iPhone 18 Pro Max Bikin Heboh, Warna Cherry Menggoda, Spek Gahar Harga Bikin Deg-degan
Bisa Jadi Game Changer
MacBook Neo menjadi langkah baru Apple untuk masuk ke pasar laptop terjangkau. Dengan kombinasi harga agresif dan kualitas khas Apple, perangkat ini berpotensi mengubah peta persaingan.
Jika benar-benar masuk Indonesia dengan harga kompetitif, MacBook Neo bukan sekadar viral, melainkan ancaman serius bagi laptop Windows di kelas menengah. (*)
Editor : Miftahul Khair