PONTIANAK POST - Strategi produk Apple Inc. kembali jadi sorotan. Bocoran terbaru mengindikasikan iPhone 18 versi standar kemungkinan hadir dengan sejumlah kompromi fitur, seiring upaya perusahaan menekan biaya produksi di tengah kenaikan harga komponen.
Melansir Gizmochina pada Selasa (21/4), kabar terbaru menyebutkan Apple tengah mempertimbangkan perubahan besar dalam strategi peluncuran iPhone generasi mendatang.
Untuk lini iPhone 18, model reguler dan varian lebih terjangkau yang disebut “iPhone 18e” diperkirakan tidak akan dirilis bersamaan dengan model premium.
Jika biasanya Apple meluncurkan seluruh lini iPhone pada September, kali ini perusahaan disebut akan memprioritaskan model kelas atas seperti iPhone 18 Pro, Pro Max, hingga kemungkinan varian lipat atau Ultra.
Sementara itu, iPhone 18 reguler dan versi ‘e’ baru akan hadir pada musim semi 2027. Langkah ini, jika benar terjadi, menjadi perubahan pola peluncuran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Di balik strategi tersebut, faktor biaya menjadi alasan utama. Harga memori global, khususnya DRAM, sedang mengalami kenaikan, sehingga mendorong Apple mencari cara untuk menjaga margin tanpa harus menaikkan harga jual terlalu tinggi.
Salah satu pendekatan yang disebut-sebut adalah mendekatkan spesifikasi iPhone standar dengan varian ‘e’. Artinya, perbedaan fitur antara model reguler dan versi lebih murah bisa semakin tipis yang berujung pada pemangkasan sejumlah fitur di iPhone standar.
Sebagai gambaran, pada generasi sebelumnya seperti iPhone 17, model reguler masih unggul dari versi ‘e’ berkat layar OLED 120Hz, kamera ultra-wide tambahan, serta fitur Dynamic Island. Namun ke depan, beberapa peningkatan tersebut berpotensi tidak lagi menjadi standar.
Meski kecil kemungkinan Apple kembali ke layar 60Hz, sejumlah fitur lain disebut berisiko dihilangkan.
Di antaranya tombol kamera khusus, peningkatan kamera depan, kemampuan pengisian daya nirkabel yang lebih cepat, hingga penggunaan chipset dengan performa sedikit diturunkan (misalnya jumlah inti GPU lebih sedikit).
Meski demikian, semua informasi ini masih sebatas bocoran awal. Apple dikenal kerap mengubah rencana sebelum produk resmi diperkenalkan. Namun arah strategi ini memberi sinyal bahwa perusahaan mungkin ingin memperjelas batas antara lini standar dan Pro.
Keputusan ini nantinya akan menentukan apakah iPhone versi standar tetap menarik bagi pengguna, atau justru dianggap sebagai langkah mundur dibanding generasi sebelumnya. (*)
Editor : Miftahul Khair