PONTIANAK POST - Samsung Galaxy S26 Ultra dilaporkan mencatat awal penjualan yang sangat kuat di sejumlah pasar utama, termasuk Amerika Serikat.
Namun di balik statusnya sebagai salah satu ponsel terlaris 2026, muncul kekhawatiran bahwa kesuksesan ini justru bisa membuat Samsung menunda inovasi besar pada generasi berikutnya, Galaxy S27 Ultra.
Laporan awal dari Counterpoint Research dan rilis resmi Samsung menyebut lini Galaxy S26, khususnya varian Ultra, melampaui performa awal seri S25 di pasar AS.
Baca Juga: Xiaomi 14 vs Samsung S23 FE: Kencang Ngebut atau Stabil Santai, Mana Lebih Enak Dipakai?
Galaxy S26 Ultra disebut crushing its little brothers atau jauh mengungguli varian lain dalam keluarga S26.
Pengamat teknologi Adrian Diaconescu menilai, keberhasilan ini berpotensi membuat Samsung merasa cukup dengan peningkatan bertahap.
“S26 Ultra jelas merupakan ponsel yang sangat hebat, tetapi sebenarnya masih bisa dibuat jauh lebih baik,” katanya yang dikutip dari PhoneArena.
Ia bahkan mengingatkan, “Samsung tidak akan mengubah caranya kecuali Anda memaksanya.”
Menurutnya, Galaxy S26 Ultra memang bukan produk malas, tetapi masih menyisakan banyak ruang peningkatan, terutama pada kapasitas baterai yang tetap 5.000mAh, pengisian daya 60W (naik tipis dari 45W), serta penggunaan sensor kamera 200MP Isocell HP2 yang telah dipakai sejak Galaxy S23 Ultra.
Di sektor desain pun, perubahan dinilai belum radikal.
Diaconescu berpendapat, S26 Ultra seharusnya menjadi perangkat transisi menuju lompatan teknologi yang lebih besar, seperti baterai mendekati 6.000mAh, pengisian cepat 100W, atau sensor kamera generasi baru.
“Jika S26 Ultra terus terjual laris manis seperti kacang goreng… apa yang bisa menghentikan Samsung untuk kembali menunda peningkatan besar yang sudah lama dinantikan itu?” katanya.
Ia juga menyoroti fitur Privacy Display yang dipromosikan sebagai inovasi utama.
Meski berguna, fitur tersebut dinilai belum cukup untuk disebut terobosan besar.
Baca Juga: Samsung Rilis Galaxy A57, Bobot Turun 20 Gram, Performa Naik, Midrange Baru Siap Ganggu Kompetitor
Harga awal di pasar global dipatok sekitar 1.299 dolar AS atau setara kurang lebih Rp20,7 juta (kurs Rp15.950 per dolar AS), konsumen dianggap terlalu mudah memberi apresiasi tanpa menuntut lompatan signifikan.
Meski demikian, Diaconescu mengakui data penjualan global belum sepenuhnya lengkap.
Laporan yang beredar lebih banyak menyoroti pasar AS dan Korea Selatan, sementara performa di Eropa belum tergambar jelas.
Ia masih membuka kemungkinan bahwa Samsung akan belajar dari dinamika pasar global sebelum merilis S27 Ultra pada 2027.
“Apakah S27 Ultra akan meningkatkan kemampuan kameranya dibanding pendahulunya? Mungkin saja, tetapi saya tidak terlalu berharap,” katanya.
Ini mengisyaratkan pesimisme terhadap peningkatan besar dalam waktu dekat.
Jika tren ini berlanjut, analis menilai Galaxy S27 Ultra berpotensi hadir dengan peningkatan moderat, seperti baterai 5.200–5.300mAh atau desain yang sedikit disempurnakan, bukan revolusioner. (*)
Editor : Budi Miank