PONTIANAK POST - Seri Honor 600 series resmi diperkenalkan dan langsung masuk pasar Eropa dengan perubahan signifikan pada kapasitas baterai.
Jika versi Asia dibekali baterai silikon-karbon 7.000 mAh, maka unit Eropa hanya membawa 6.400 mAh.
Perbedaan ini menjadi sorotan utama karena memengaruhi daya tahan perangkat secara langsung.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Max Bakal Rilis September Ini, Disebut Bawa Kamera Unik dengan Daya Tahan Monster
Meski demikian, pihak Honor justru menarik perhatian publik lewat cara promosi yang tak biasa: menguji kekuatan baterai dalam adu kecepatan mobil RC mini.
“Ini bukan sekadar tes daya tahan, tapi demonstrasi ekstrem bagaimana kapasitas baterai bekerja dalam kondisi nyata,” demikian narasi dalam video resmi yang dirilis Honor.
Dalam eksperimen tersebut, baterai 7.000 mAh dari Honor 600 dilepas dan digunakan untuk menggerakkan mobil RC.
Langkah serupa dilakukan pada baterai milik iPhone 17 Pro yang berkapasitas 4.252 mAh serta Samsung Galaxy S26 dengan 4.300 mAh.
Hasilnya, mobil RC yang menggunakan baterai Honor mampu bertahan lebih lama dan melaju lebih stabil di lintasan.
Sementara itu, perangkat iPhone diberi julukan “The First to Retire” dalam video tersebut, sedangkan Galaxy S26 disebut “The Persistent Challenger”.
Strategi promosi ini dinilai sebagai cara Honor menegaskan keunggulan kapasitas baterai Si-C yang kini menjadi tren di industri smartphone.
Meski bersifat hiburan, video tersebut tetap menunjukkan selisih performa nyata antar kapasitas baterai yang cukup signifikan.
Honor juga menegaskan bahwa perbedaan kapasitas antara versi Asia dan Eropa merupakan penyesuaian regulasi dan desain pasar, bukan penurunan kualitas utama perangkat.(*)
Editor : Budi Miank