PONTIANAK POST - Samsung dilaporkan tengah menguji konfigurasi kamera baru untuk Galaxy S27 Ultra.
Bocoran awal menyebut flagship generasi berikutnya itu akan mengusung sensor 200MP dengan mekanisme aperture variabel.
Kabar ini pertama kali diungkap sumber industri dan dibagikan oleh leaker Smart Pikachu, seperti dilaporkan Hilbert Hagedoorn, sekitar 20 jam lalu.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra vs iPhone 17 Pro Max, Ini Pilihan Tegas Reviewer, Kamu yang Mana?
Meski belum ada spesifikasi final, teknologi tersebut disebut masih dalam tahap evaluasi internal.
Jika benar, fitur ini menandai kembalinya kontrol aperture berbasis perangkat keras di lini flagship Samsung.
Sebelumnya, perusahaan sempat menghadirkan teknologi serupa pada Galaxy S9 dan Galaxy S10 sebelum beralih ke pendekatan fotografi komputasional dengan bukaan tetap.
Secara teknis, aperture variabel memungkinkan lensa membuka atau menutup secara fisik untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke sensor.
Dalam kondisi terang, bukaan bisa dipersempit untuk mencegah overexposure dan menjaga ketajaman.
Sebaliknya, di kondisi minim cahaya, bukaan melebar agar lebih banyak cahaya tertangkap.
Selain pengaturan cahaya, perubahan aperture juga memengaruhi depth of field atau efek blur latar belakang.
Selama ini, efek tersebut lebih banyak dihasilkan melalui pemrosesan perangkat lunak.
Samsung sendiri telah konsisten menggunakan sensor 200MP di lini Ultra terbaru.
Menggabungkan sensor resolusi tinggi dengan aperture mekanis dinilai dapat memberikan fleksibilitas lebih besar, terutama dalam kondisi pencahayaan sulit yang tidak selalu bisa diatasi sepenuhnya oleh software.
Langkah ini juga disebut sejalan dengan tren industri.
Huawei dikabarkan tengah menguji sistem kamera serupa, sementara Apple disebut mempertimbangkan teknologi aperture variabel untuk iPhone generasi mendatang.
Hingga kini, Galaxy S27 Ultra belum diumumkan resmi.
Namun jika pengujian ini berlanjut hingga tahap produksi, perubahan tersebut berpotensi menjadi arah baru strategi kamera Samsung di segmen flagship.(*)
Editor : Budi Miank