PONTIANAK POST - Samsung kembali menghadirkan ponsel lipat terbarunya, Samsung Galaxy Z Flip 8, dengan desain yang lebih halus dan performa yang ditingkatkan.
Namun di balik penyempurnaan tersebut, perangkat ini masih menyisakan kelemahan lama yang belum teratasi, terutama pada sektor baterai dan kecepatan pengisian daya.
Galaxy Z Flip 8 tetap mengusung kapasitas baterai 4.300 mAh dengan dukungan pengisian cepat 25W—angka yang tidak berubah dari generasi sebelumnya.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra, Kamera 200MP Bisa Atur Bukaan Lensa, Begini Spesifikasinya
Di tengah tren industri yang sudah mengadopsi fast charging hingga 65W bahkan 100W, keputusan ini dinilai membuat perangkat kurang kompetitif.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena desain lipat dengan dua layar pada Flip 8 justru membutuhkan konsumsi daya lebih besar.
Tanpa peningkatan signifikan, pengguna berpotensi lebih sering mengisi daya, terutama untuk penggunaan intensif sehari-hari.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra vs iPhone 17 Pro Max, Ini Pilihan Tegas Reviewer, Kamu yang Mana?
Di sisi performa, Samsung menghadirkan chipset terbaru yang diklaim lebih efisien dan bertenaga.
Peningkatan ini memberikan pengalaman multitasking yang lebih mulus serta efisiensi daya yang lebih baik.
Namun, keunggulan tersebut dinilai belum maksimal karena terbentur keterbatasan baterai.
Sementara itu, sektor kamera hanya mendapat peningkatan minor.
Samsung melakukan optimalisasi pada pemrosesan gambar dan performa low-light, tetapi tidak menghadirkan lompatan besar yang signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Dari segi desain, Galaxy Z Flip 8 justru tampil paling menonjol.
Bodinya kini lebih tipis dengan lipatan layar yang semakin minim terlihat.
Layar utama tetap berukuran 6,9 inci, sementara layar cover 4,1 inci masih dipertahankan, memberikan pengalaman penggunaan yang praktis dan modern.
Meski demikian, inovasi desain ini belum diiringi pembaruan signifikan di aspek teknologi layar.
Di saat kompetitor mulai bereksperimen dengan format baru dan fitur tambahan, Flip 8 terlihat lebih fokus pada penyempurnaan daripada revolusi.
Dalam persaingan pasar, kehadiran perangkat seperti Google Pixel Fold menjadi tantangan tersendiri.
Beberapa pesaing mulai unggul dalam hal daya tahan baterai dan fitur inovatif, membuka celah bagi kompetitor untuk menyaingi dominasi Samsung di segmen ponsel lipat.
Galaxy Z Flip 8 menawarkan pengalaman yang lebih matang dari sisi desain dan performa.
Namun, tanpa peningkatan pada baterai dan pengisian daya, perangkat ini masih menyisakan kompromi bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan dan efisiensi.[]
Editor : Budi Miank