PONTIANAK POST – Ballroom Hotel Pullman Jakarta, Kamis (7/5), siang itu dipenuhi kalangan pebisnis, media, hingga pelaku industri teknologi.
Di atas panggung, ASUS tidak sekadar memperkenalkan laptop baru.
Perusahaan teknologi asal Taiwan itu memperlihatkan bagaimana masa depan laptop bisnis akan bergerak: semakin tipis, semakin ringan, namun dibekali kemampuan artificial intelligence (AI) yang jauh lebih agresif.
Saya hadir langsung dalam peluncuran ASUS ExpertBook Ultra, perangkat yang oleh ASUS disebut sebagai “The Flagship of the Industry. Period”.
Kalimat itu terdengar berani. Namun setelah melihat langsung demonstrasi perangkatnya, ASUS memang tampak serius menempatkan ExpertBook Ultra sebagai simbol laptop bisnis generasi baru.
Bukan hanya soal desain premium, tetapi juga bagaimana AI mulai ditempatkan sebagai inti pengalaman komputasi modern.
Di hadapan para tamu undangan, Co-CEO ASUS, S.Y. Hsu, menyebut ExpertBook Ultra sebagai representasi masa depan perangkat kerja profesional.
“ASUS ExpertBook Ultra merupakan puncak tertinggi dari rekayasa ASUS sekaligus jawaban kami terhadap masa depan dunia kerja.
Perangkat ini kami rancang tanpa kompromi untuk para pemimpin bisnis yang membutuhkan mesin berbasis AI dengan performa tinggi dalam desain elegan dan portabel,” ujarnya saat keynote speech pembuka.
AI Jadi Senjata Utama
Yang paling banyak dibicarakan sepanjang peluncuran adalah kemampuan AI laptop ini. ASUS membekali ExpertBook Ultra dengan prosesor Intel Core Ultra X9 Series 3 yang memiliki Neural Processing Unit (NPU) hingga 50 TOPS. Secara keseluruhan, platform AI laptop ini diklaim mampu mencapai performa 180 TOPS.
Di tengah tren AI PC yang kini mulai menjadi standar baru industri, ASUS tampaknya ingin bergerak lebih cepat.
Demonstrasi yang ditampilkan menunjukkan bagaimana perangkat dapat menjalankan transkripsi rapat real-time, penerjemahan otomatis, hingga pencarian dokumen berbasis AI langsung dari perangkat tanpa harus bergantung pada cloud.
Global Account Sales Director Intel APJ, Simon Chan, mengatakan kolaborasi Intel dan ASUS membuat kemampuan AI tersebut bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan profesional.
“ASUS ExpertBook Ultra mampu memaksimalkan hingga 50 TOPS performa komputasi dari NPU terbaru Intel. Hal ini memastikan pengguna profesional dapat menjalankan aplikasi bisnis berbasis AI yang kompleks secara efisien,” katanya.
Di lokasi acara, demonstrasi AI menjadi salah satu sesi yang paling menyita perhatian peserta.
Banyak tamu tampak mengabadikan proses AI generatif berjalan langsung dari perangkat dengan respons cepat tanpa latensi berarti.
Ringan, Tipis, Tapi Tetap Bertenaga
Salah satu momen yang cukup menarik perhatian adalah ketika ASUS memperlihatkan bobot perangkat ini yang bahkan belum menyentuh 1 kilogram. ExpertBook Ultra hadir dengan bobot mulai 0,99 kilogram dan ketebalan hanya 10,9 mm.
Saat pertama kali diperlihatkan di atas panggung, perangkat ini memang terlihat lebih menyerupai ultrabook premium kelas lifestyle dibanding laptop bisnis konvensional.
Namun ASUS justru ingin mematahkan anggapan bahwa laptop ringan identik dengan performa terbatas.
Laptop ini menggunakan sasis magnesium-aluminium AZ31B kelas kedirgantaraan yang dipadukan teknologi ASUS Nano Ceramic dengan tingkat kekerasan 9H.
ASUS mengklaim material tersebut lima kali lebih kuat dibanding standar laptop premium pada umumnya.
Meski tipis, ASUS tetap membenamkan baterai 70Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam penggunaan.
Teknologi fast charging juga disiapkan untuk menunjang mobilitas pengguna yang bekerja lintas kota hingga lintas negara.
Menyasar Eksekutif Modern
Di tengah perubahan pola kerja yang kini semakin fleksibel dan mobile, ASUS tampaknya membaca kebutuhan pasar secara cukup spesifik: para profesional modern yang bekerja di banyak tempat dalam satu waktu.
Brand Ambassador ASUS Commercial Business Indonesia, Gita Wirjawan, menilai perangkat ini memang dirancang untuk kalangan tersebut.
“Bagi profesional yang sering berpindah antara bandara internasional, ruang rapat, dan berbagai lokasi kerja lainnya, ASUS ExpertBook Ultra menghadirkan kombinasi ideal antara performa tinggi, desain elegan, dan mobilitas maksimal,” ujarnya.
Kesan premium juga terasa dari layar sentuh 14 inci 3K Tandem OLED yang digunakan. ASUS memasangkan refresh rate variabel hingga 120Hz serta tingkat kecerahan 1.400 nits HDR peak brightness.
Lapisan Gorilla Glass Matte anti-glare membuat tampilan layar tetap nyaman dilihat di bawah pencahayaan terang ballroom acara.
Sementara untuk audio, ASUS menyematkan enam speaker Dolby Atmos spatial audio yang terdengar cukup lantang ketika sesi demo multimedia dilakukan.
ASUS Dorong Era Baru AI PC di Indonesia
Peluncuran ExpertBook Ultra memperlihatkan bagaimana ASUS tidak lagi sekadar menjual laptop bisnis biasa.
Perusahaan kini mencoba memosisikan perangkat kerja sebagai pusat komputasi AI personal yang bisa menjalankan banyak proses langsung dari perangkat pengguna.
Microsoft pun ikut memperkuat pendekatan tersebut melalui integrasi Copilot+ dan ASUS MyExpert.
Senior Partner Development Manager Commercial Device & Solution Sales Asia Microsoft, Lee Edgerton, mengatakan pemrosesan AI lokal menjadi salah satu keunggulan utama perangkat ini.
“Dipadukan dengan Microsoft Copilot+ serta perangkat lunak eksklusif ASUS MyExpert, pengguna enterprise dapat menjalankan transkripsi rapat kompleks, penerjemahan real-time, hingga pencarian dokumen berbasis RAG langsung di perangkat tanpa bergantung pada cloud. Ini menghadirkan perlindungan data yang lebih optimal,” katanya.
Dengan RAM LPDDR5x hingga 64GB dan SSD PCIe Gen5 x4 hingga 2TB, ASUS menyebut ExpertBook Ultra mampu menangani pengeditan video 4K, visualisasi data 3D, hingga pemrosesan AI lokal dalam skala besar.
Dari even ini, ASUS tampaknya ingin menyampaikan satu pesan besar: era laptop AI bukan lagi konsep masa depan.
Dan melalui ExpertBook Ultra, ASUS ingin menjadi salah satu pemain yang memimpin perubahan itu. (ashri isnaini)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro