PONTIANAK POST - Samsung kembali memperluas lini ponsel layar besarnya dengan menghadirkan Samsung Galaxy Grand Neo tanpa seremoni besar.
Namun alih-alih membawa peningkatan signifikan, perangkat ini justru memicu tanda tanya karena spesifikasinya dinilai lebih rendah dibanding pendahulunya, Galaxy Grand, bahkan kalah bersaing dengan Grand 2 yang lebih baru.
Mengusung layar 5 inci beresolusi 480x800 piksel dengan kerapatan hanya sekitar 186 ppi, Grand Neo menjadi sorotan karena kualitas tampilannya tergolong rendah untuk ukuran kelas menengah.
Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G Hadir dengan Fitur Premium, Harga Tertinggi Tembus Hampir Rp 9 Juta
Jika dipasarkan di kisaran Rp4.800.000, harga tersebut dinilai cukup tinggi mengingat sejumlah kompromi spesifikasi yang dibawanya.
Meski demikian, Samsung tetap membekali perangkat ini dengan prosesor quad-core 1,2 GHz Broadcom BCM23550, RAM 1 GB, serta memori internal 16 GB yang dapat diperluas melalui microSD.
“Galaxy Grand Neo dirancang untuk pengguna yang menginginkan layar besar dengan harga lebih terjangkau,” demikian disebutkan dalam materi pratinjau produk yang dirilis Samsung.
Dari sisi desain, ponsel ini tampil dengan ciri khas Samsung: sudut membulat, tombol fisik home di bagian depan, serta balutan plastik putih mengilap.
Baca Juga: Galaxy S24 Bakal Dapat Fitur Kamera Canggih Galaxy S26, Samsung Mulai Gulirkan One UI 8.5
Dimensinya 143,7 x 77,1 x 9,6 mm dengan bobot 163 gram, menjadikannya tidak terlalu ringan untuk ukuran 5 inci.
Penutup belakang dapat dilepas untuk mengakses slot microSIM, microSD, dan baterai 2.100 mAh yang bisa diganti.
Pada sektor perangkat lunak, unit praproduksi yang diuji menjalankan Android 4.2 Jelly Bean dengan antarmuka TouchWiz Nature UX.
Fitur seperti Smart Stay dan Multi Window tetap tersedia, meski fitur premium seperti Air View dan Air Gesture absen.
Samsung belum memberikan kepastian terkait pembaruan ke Android KitKat.
Kemampuan kamera menjadi salah satu catatan penting. Grand Neo dibekali kamera belakang 5 MP dengan LED flash dan kemampuan perekaman video hingga 720p HD.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Mendadak Diburu Pengguna iPhone Setelah Bug Lockout Bikin Panik
Ini justru lebih rendah dibanding Galaxy Grand generasi sebelumnya yang sudah mendukung perekaman 1080p Full HD dengan kamera 8 MP.
Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan apakah Grand Neo benar-benar layak disebut sebagai peningkatan.
Untuk konektivitas, perangkat ini mendukung HSPA+ 21 Mbps, Wi-Fi, Bluetooth 4.0, A-GPS, DLNA, hingga FM radio.
Browser bawaan TouchWiz diklaim tetap cepat dalam merender laman dan masih mendukung Adobe Flash pada Android Jelly Bean.
Baca Juga: Galaxy S26 FE Siap Meluncur dengan Chip Exynos 2500, Samsung Tinggalkan Snapdragon?
Di sektor multimedia, Grand Neo mampu memutar berbagai format video populer seperti MKV, DivX, dan Xvid hingga resolusi 1080p melalui pemutar bawaannya.
Aplikasi musik menyediakan berbagai preset equalizer, sementara galeri menawarkan tampilan layar terbagi untuk navigasi yang lebih mudah.
Baterai 2.100 mAh diklaim mampu bertahan hingga 11 jam waktu bicara di jaringan 3G, 10 jam browsing Wi-Fi, dan 8 jam pemutaran video.
Dengan resolusi layar yang rendah dan prosesor kelas dasar, daya tahan baterai diperkirakan menjadi salah satu keunggulan relatifnya.
Secara keseluruhan, Galaxy Grand Neo hadir sebagai perangkat layar besar dengan spesifikasi standar.
Namun dengan banderol yang mendekati Rp4,8 juta, konsumen kemungkinan akan membandingkannya dengan model lain yang menawarkan resolusi layar dan kamera lebih tinggi di kelas harga serupa.(*)
Editor : Budi Miank