PONTIANAK POST - MediaTek dikabarkan tengah menyiapkan gebrakan besar di pasar chipset premium.
Prosesor terbarunya, Dimensity 9600, dirumorkan diproduksi dengan fabrikasi 2 nanometer (nm) dan disebut-sebut mampu melampaui performa chip terbaru Apple dan Qualcomm.
Bocoran dari tipster Digital Chat Station di Weibo menyebut Dimensity 9600 akan menggunakan arsitektur CPU 2+3+3 all-big core.
Baca Juga: iPhone 17e Akhirnya Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp13 Juta dengan Fitur Ala Seri Pro
Konfigurasi tersebut diklaim mampu menghadirkan performa single-core setara bahkan menyaingi chip seri A milik Apple, serta performa multi-core yang lebih unggul.
Jika rumor ini akurat, maka perangkat yang memakai Dimensity 9600 berpotensi tampil lebih kencang dibanding iPhone 18 Pro maupun Samsung Galaxy S27 Ultra yang diperkirakan meluncur pada periode sama.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah pembandingnya adalah chip A19 Pro atau generasi A20 yang akan ditanamkan pada lini iPhone terbaru. Detail mengenai kecepatan clock juga masih dirahasiakan.
Selain CPU, MediaTek dikabarkan memfokuskan peningkatan besar pada GPU.
Baca Juga: Rumor Terbaru iPhone Ultra Bikin Kecewa Fans Apple, Tidak Ada Warna Cerah tapi Putih jadi Opsi Utama
Dimensity 9600 disebut membawa dukungan native frame interpolation, upscaling resolusi, serta peningkatan ray tracing.
Efisiensi rendering yang lebih tinggi juga diklaim mampu menekan konsumsi daya saat beban berat.
Chip ini kemungkinan akan diproduksi oleh TSMC atau Samsung dengan proses 2nm, meski belum ada konfirmasi resmi terkait varian teknologi yang digunakan.
Menariknya, analis industri Ming-Chi Kuo juga menyebut Dimensity 9600 berpotensi menjadi otak bagi smartphone pertama OpenAI.
Chip ini dirumorkan mengusung dual-NPU dan peningkatan signifikan pada ISP (image signal processor), yang dapat memperkuat fitur berbasis kecerdasan buatan.
Baca Juga: Samsung Telat Rilis Galaxy S26, Apple Malah Panen Cuan Lewat iPhone 17 yang Bikin Android Terpukul
Peluncuran perangkat pertama dengan Dimensity 9600 diperkirakan terjadi pada September 2026, berdekatan dengan kemunculan ponsel berbasis Snapdragon 8 Elite Gen 6 serta lini iPhone generasi terbaru.
Selama ini, Qualcomm mendominasi pasar chipset Android premium, sementara Apple mengembangkan chip eksklusif untuk produknya sendiri. (*)
Editor : Budi Miank