PONTIANAK POST - Vivo X300 FE mulai mencuri perhatian pecinta fotografi mobile setelah sejumlah pengaturan kameranya disebut mampu menghasilkan foto setara kamera DSLR profesional.
Smartphone ini bahkan diklaim dapat menghasilkan foto portrait, street photography hingga video cinematic dengan kualitas lebih natural hanya lewat sedikit perubahan setting bawaan.
Pengaturan kamera Vivo X300 FE menjadi sorotan setelah panduan yang dibagikan Tech500 menyebut pemrosesan default ponsel tersebut cenderung membuat warna terlalu tajam dan berlebihan.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 Wide Belum Rilis, Honor dan Vivo Ikut Intip Pasar Foldable Layar Lebar
Karena itu, pengguna disarankan mengubah sejumlah fitur penting agar hasil foto terlihat lebih realistis dan profesional.
Salah satu pengaturan yang paling direkomendasikan adalah mengganti profil warna ke ZEISS Natural.
Mode ini disebut mampu menghadirkan warna lebih seimbang, tone kulit lebih alami, serta detail yang lebih lembut layaknya hasil kamera mirrorless maupun DSLR premium.
Dikutip dari Tech500, pengaturan default “Vivid” pada Vivo X300 FE membuat warna hijau terlalu terang dan langit terlihat tidak natural dalam beberapa kondisi pencahayaan.
Baca Juga: Vivo X300 Ultra Resmi Masuk Pasar Indonesia, Ponsel Rp29 Juta Ini Bikin Kreator Konten Kepincut
Dengan ZEISS Natural, hasil foto dinilai lebih nyaman dipandang dan mudah diedit ulang.
Selain itu, pengguna juga dianjurkan menurunkan tingkat sharpness atau ketajaman digital kamera.
Pengurangan efek sharpening dipercaya membuat tekstur rambut, kulit, dedaunan hingga bangunan tampak lebih halus dan realistis.
Untuk kebutuhan portrait, Vivo X300 FE disebut memiliki performa terbaik pada focal length 50mm dan 85mm.
Mode 50mm menghasilkan perspektif wajah lebih natural, sedangkan 85mm mampu menciptakan efek blur creamy ala kamera profesional.
Sementara untuk close-up detail seperti makanan, mata, perhiasan hingga street photography, focal length 100mm disebut menjadi pilihan terbaik karena menghasilkan pemisahan subjek dan latar belakang yang sangat sinematik.
Tak hanya itu, Vivo juga menyematkan berbagai simulasi lensa ZEISS yang menjadi daya tarik utama perangkat ini.
Mode ZEISS Biotar cocok untuk foto alam dengan efek swirl bokeh, sedangkan ZEISS Distagon menghasilkan efek lampu kota yang dramatis untuk fotografi malam hari.
Pada sektor video, pengguna disarankan merekam menggunakan resolusi 4K 60fps agar detail dan pergerakan terlihat lebih halus.
Fitur Cinematic Bokeh Video juga menjadi unggulan karena mampu menghadirkan efek depth of field menyerupai kamera film profesional.
Baca Juga: Vivo X300 Ultra Resmi Global, Varian Victory Green Tampil Premium dengan Kamera 200MP
Untuk fotografi malam, pengguna dianjurkan memakai Night Mode atau Pro Mode dengan ISO rendah di kisaran 50-200 serta shutter speed 2 hingga 10 detik menggunakan tripod agar hasil foto lebih bersih dan minim noise.
Tech500 juga merekomendasikan pengguna mengaktifkan grid lines, level indicator dan RAW Lighting.
Ketiga fitur tersebut dinilai penting untuk menjaga komposisi foto tetap presisi sekaligus mempertahankan detail highlight dan shadow saat proses editing.
Vivo X300 FE dibanderol mulai Rp15,4 juta. Sementara Vivo X300 Ultra dijual mulai Rp30,8 juta.
Harga tersebut menjadikan Vivo X300 FE sebagai salah satu ponsel flagship kamera yang mulai dilirik fotografer mobile pada 2026.(*)
Editor : Budi Miank